Dua Bulan Beroperasi, Satpolair Polresta Samarinda Dihadapkan Masalah di Sungai Mahakam
Satuan pengamanan di wilayah hukum Polresta Samarinda semakin lengkap. Satuan Kepolisian Perairan (Satpolair) resmi beroperasi di perairan
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Satuan pengamanan di wilayah hukum Polresta Samarinda semakin lengkap. Satuan Kepolisian Perairan (Satpolair) resmi beroperasi di perairan Kota Tepian sejak Juni 2020 lalu.
Satpolair bertugas melaksanakan fungsi kepolisian perairan, meliputi patroli perairan, pengawalan penegakan hukum di perairan, pembinaan masyarakat pantai dan perairan, serta SAR.
Satpolair dipimpin oleh Kasat Polair yang bertanggung jawab kepada Kapolres, dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari berada di bawah kendali Wakapolres.
Bermarkas di pelabuhan sungai Kunjang, Jalan Untung Suropati, Satpolair berada di bawah komando Polresta Samarinda, dengan pembina fungsi Ditpolairud Polda Kalimantan Timur (Kaltim).
Baca Juga:Begini Kondisi 3 Personel Ditpolairud Mabes Polri yang Berhasil Diselamatkan Usai Lakaair di Tarakan
Baca Juga: Pencarian 3 Personel Ditpolairud Mabes Polri Berlanjut, Kerahkan 83 Personel dan Warga
Markas Satpolair saat ini masih meminjam salah satu gedung milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, dengan status pinjam pakai.
Bahkan, guna menjadikan gedung tersebut sesuai dengan standar kepolisian, renovasi saat ini tengah dilakukan.
Sebagai satuan yang baru berdiri, Satpolair dihadapkan dengan kondisi serba kekurangan, mulai dari fasilitas, armada, hingga personel.
Namun, perlahan-lahan alat kelengkapan maupun fasilitas terus ditambah guna menunjang tugas, serta fungsi Satpolair.
Dari 48 personel yang diajukan, Satpolair baru memiliki delapan personel. Sedangkan armada air, baru terdapat satu unit speedboat, serta satu unit rubber boat, dan belum ada armada darat yang dimiliki oleh Satpolair.
"Untuk personel akan ada penambahan mulai tahun depan, termasuk dengan kelengkapan armada, nanti juga akan ada tambahan speed boat. Pelan-pelan akan terus dilengkapi," ucap Kasat Polair Polresta Samarinda, AKP Iwan Pamuji, Minggu (16/8/2020).
Wilayah tugas Satpolair meliputi seluruh kawasan perairan di Samarinda, terutama di sungai Mahakam. Loa Duri dan Anggana (Kabupaten Kutai Kartanegara) jadi batas wilayah tugas Satpolair Polresta Samarinda.
Patroli perairan menjadi hal yang rutin dilakukan setiap harinya. Wilayah sungai Mahakam memang dikenal cukup kompleks dengan sejumlah permasalahan, mulai dari aksi premanisme, pencurian batu bara, laka air, orang tenggelam hingga konflik sosial.
"Apapun bentuk laporannya, jika berada di wilayah perairan dan sekitarnya akan kami tindak lanjuti, termasuk tindakan melawan hukum tentu akan kami tindak. Untuk proses penyidikan tetap dilakukan di markas, setelah itu tersangkanya dititipkan di Polres," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/personel-satpolair-polresta-samarinda.jpg)