SERU Live Streaming ILC TV One, Ada Gatot Nurmantyo hingga Refly Harun, Tema 75 Tahun Indonesa Maju
Live Streaming ILC TV One, Karni Ilyas undang Gatot Nurmantyo, Refly Harun, Said Didu hingga Jusuf Kalla bahas tema 75 Tahun Indonesia Maju
Bajak Momentum Krisis
Presiden Joko Widodo mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengakibatkan krisis ekonomi di seluruh dunia.
Bahkan, ia menyebut, krisis yang terjadi pada saat ini terparah dalam sejarah.
Namun, Presiden menyatakan bahwa krisis yang terjadi pada saat ini harus dimanfaatkan oleh Indonesia untuk melakukan lompatan besar.
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tak kurang dari 215 negara yang memiliki kasus positif Covid-19.
Hingga 13 Agustus, terdapat lebih dari 20 juta kasus di dunia, dengan jumlah kematian mencapai 737.000 jiwa.
"Semua negara, negara miskin, negara berkembang, termasuk negara maju, semuanya sedang mengalami kemunduran karena terpapar Covid-19." kata Jokowi saat menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Jumat (14/8/2020).
Indonesia, Jokowi mencontohkan, awalnya sempat mengalami pertumbuhan ekonomi 2,97 persen pada kuartal I-2020.
Namun, pada kuartal II-2020, pertumbuhan yang terjadi justru minus 5,32 persen.
Kondisi serupa, imbuh dia, juga dialami oleh negara-negara maju yang bahkan mencatatkan pertumbuhan ekonomi minus belasan persen. Bahkan, Jokowi mengatakan, ada yang mencapai minus 17 persen.
"Kemunduran banyak negara besar ini bisa menjadi peluang dan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan," ujarnya.
Ia pun mengibaratkan kondisi perekonomian seluruh negara pada saat ini layaknya sebuah komputer yang sedang macet (hang).
"Semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat, harus melakukan restart, harus melakukan rebooting.
Semua negara mempunyai kesempatan untuk men-setting ulang semua sistemnya," pungkas Jokowi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/live-streaming-ilc-tv-one-malam-ini-18082020_2.jpg)