News Video
NEWS VIDEO Pencarian Jasad Pria Diduga Panik Kemudian Melompat Ke Sungai Karang Mumus
Rinda melanjutkan bahwa seseorang tersebut diduga bernama Kifli yang berusia sekitar 30 tahunan, yang mana kerap terlihat di daerah tersebut.
TRIBUN KALTIM.CO,- Warga sekitaran Sungai Karang Mumus (SKM) digegerkan dengan kabar tenggelamnya seseorang.
Dari informasi yang didapat kejadian tersebut berada di Gang Bakti, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir tepatnya di bawah jembatan yang menghubungkan ruas Jalan Ahmad Dahlan dengan Lambung Mangkurat, pada Sabtu (29/8/2020) sekira pukul 13.00 Wita.
"Tadi itu saya lagi goreng ayam, terus liat dari jendela ada orang lompat-lompat kapal terus terjun ke air," ujar Rinda (30) warga sekitar di lokasi kejadian.
Rinda melanjutkan bahwa seseorang tersebut diduga bernama Kifli yang berusia sekitar 30 tahunan, yang mana kerap terlihat di daerah tersebut.
Sebelum menghilang di sungai tersebut, korban sempat terlihat melompati tiga buah kapal dengan raut ketakutan seperti di kejar-kejar.
Naasnya, sebut Rinda yang kediamannya hanya berjarak 10 meter dari titik korban tenggelam, pria tersebut dikabarkan tak bisa berenang. Sebab kondisi arus sungai saat itu terbilang surut dan dari pantaun dialapangan ketinggian air hanya sebatas dada orang dewasa.
"Pas jatuh itu sempat timbul, terus kepalanya berbalik kayak minta pertolongan gitu. Terus tenggelam lagi, baru hilang sudah engga ada muncul lagi," ucapnya.
Tak berkisar lama, puluhan anggota relawan bersama warga sekitar langsung memadati lokasi untuk melakukan upaya pencarian. Belasan perasu langsung disiagakan untuk melakukan pencarian.
Berselang waktu sekitar dua jam, Tim Basarnas bersama Polairud Polresta Samarinda dan Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda tiba di lokasi.
"Kami akan melakukan upaya pencarian dengan radius 50 meter dari titik awal korban dilaporkan tenggelam," ujar Riqi Efendi, Kepala Unit Siaga Basarnas.
Riqi melanjutkan bahwa tim gabungan juga akan menyiagakan unit penyelam untuk memaksimalkan pencarian korban tenggelam tersebut.
"Informasi yang kami terima korban bernama Kifli dan berusia sekitar 30 tahun. Korban tenggelam juga diinformasikan melompat setelah adanya pengejaran (aparat berwajib)," ucapnya.
Disinggung lebih jauh mengenai kasus yang membuat korban tenggelam tersebut dikejar pihak kepolisian, ia mengaku belum mendapatkan informasi lebih lanjutnya.
"Kami belum tau pasti kasusnya seperti apa. Cuman itu berdasarkan informasi di lapangan yang kami dapatkan," ungkapnya.
Diungkapkannya pula, pada tahap pencarian awal ini, tim gabungan akan berada di lokasi hanya hingga pukul 18.00 Wita.
"Itu sesuai SOP nya. Jika tidak ada tanda-tanda maka pencarian akan kami lanjutkan kembali pada esok hari," pungkasnya. (*)