Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Kartanegara

212 Guru Kukar Ikut Pelatihan Tanoto Foundation, Dukung Pembelajaran Bermakna

Dengan harapan pengenalan aplikasi ini membantu para guru memilah aplikasi apa saja yang dapat mendukung pembelajaran.

HUMASKAB KUKAR/PROKOM
PELATIHAN DARING - Salah satu peserta dari 212 guru Kukar yang mengikuti pelatihan pembelajaran jarak jauh (daring) yang diselenggarakan oleh Tanoto Foundation. 

TENGGARONG - Menghadirkan pembelajaran bermakna di tengah situasi pandemi Covid-19 merupakan tantangan tersendiri bagi para guru. Untuk itu, sebanyak 212 guru tingkat SD/MI dan SMP/ MTs di Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar) mengikuti pelatihan pembelajaran jarak jauh (daring) yang diselenggarakan oleh Tanoto Foundation sejak tanggal 21 hingga 29 Juli 2020 tadi.

Kegiatan tersebut menghadirkan 32 narasumber, yang merupakan fasilitator daerah mitra Tanoto Foundation. Para narasumber berprofesi sebagai guru SD dan SMP di Kukar, juga didukung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Kementerian Agama Kukar.

Koordinator Provinsi Tanoto Foundation Kalimantan Timur Affan Surya saat membuka kegiatan mengatakan, bagaimana mengoperasikan aplikasi pembelajaran melalui dalam jaringan (daring) sangat penting guna mendukung pembelajaran para siswa-siswi ditengah pandemi Korona.

Dirinya berharap, walaupun kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring, namun para guru tetap memprioritaskan keterampilan dalam mengelola pembelajaran agar tetap berkualitas.

“Bagaimana mengoperasikan aplikasi pembelajaran dan pertemuan daring penting dalam mendukung pembelajaran. Namun, kita juga memprioritas keterampilan guru dalam mengelola pembelajarannya agar berkualitas,” ucap Affan Surya.

Sementara itu, guru kelas V SDN 021 Marangkayu Nanang Nuryanto yang juga fasilitator kegiatan pelatihan mengatakan, pelatihan tersebut dilaksanakan guna mengenal lebih jauh 10 aplikasi pembelajaran daring dan 6 aplikasi pertemuan daring. Dengan harapan pengenalan aplikasi ini membantu para guru memilah aplikasi apa saja yang dapat mendukung pembelajaran.

Lebih lanjut, Nanang mengatakan, pengenalan beberapa aplikasi daring tersebut guna memberikan alternatif bagi para guru apabila aplikasi pilihannya mengalami kendala teknis.

“Pelatihan ini memberikan keterampilan bagi guru mengelola kelas daringnya, mulai dari mengkondisikan dan mengaktifkan siswanya. Sehingga, baik guru dan siswa sama-sama dapat berproses dalam pembelajaran. Tidak hanya itu, dalam mengelola kelas daring guru juga menjaga umpan balik agar terjaga interaksi di kelas daring,” ucap Nanang Nuryanto.

Di akhir pelatihan, Nanang bersama para fasilitator daerah mitra Tanoto Foundation di Kabupaten Kutai Kertanegara, belajar bagaimana menerapkan unsur pembelajaran aktif melalui metode mengalami, interaksi, komunikasi, refleksi (MIKiR) di dalam kelas daring. (adv/prokom07)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved