Pilkada Solo
Dituding Jadi Boneka Gibran di Pilkada Solo, Tim Bajo Akhirnya Angkat Bicara Singgung Pilkada Jujur
Memiliki latar belakang sebagai tukang jahit, Bagyo Wahyono berani menantang putra sulung Presiden RI Joko Widodo, Gibran Rakabuming di Pilkada Solo
TRIBUNKALTIM.CO - Dituding jadi 'boneka' Gibran di Pilkada Solo, Tim Bajo akhirnya angkat bicara.
Ramai dikabarkan bahwa pasangan Bajo ( Bayo Wahyono - Fx Supardjo ) hanyalah pasangan boneka Gibran Rakabuming di Pilkada Solo.
Benarkah demikian?
Memiliki latar belakang sebagai seorang tukang jahit, Bagyo Wahyono berani menantang putra sulung Presiden RI Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dalam pemilihan Wali Kota Solo di Pilkada 2020 nanti.
Langkah Bagyo berani maju menghadapi Gibran justru menuai kecurigaan bahwa Bagyo dan pasangannya sengaja dibuat sebagai calon boneka supaya Gibran tidak melawan kotak kosong.
• Naik Kuda ke KPU Solo Penantang Gibran di Pilkada dari Jalur Independen Disertai Ribuan Pendukung
• Rekam Jejak Anna Morinda, Sosok yang Ungguli Gibran Anak Jokowi di Sekolah Pilkada PDIP
• Muncul Isu Pasangan Boneka Lawan Gibran di Pilkada Solo, PKS : Bencana Demokrasi Bisa Kita Hindarkan
• Pasangan Bajo Tantang Gibran di Pilkada Solo, Refly Harun Justru Curiga Ada Konspirasi
Menanggapi isu jadi calon boneka, tim pemenangan Bayo Wahyono - Fx Supardjo (Bajo) tegas membantah kabar tersebut.
Dikutip dari TribunSolo.com, Minggu (6/9/2020), bantahan tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Pemenangan Bajo, Sigit Prawoso yang mengaku kerap mendapat isu negatif seputar langkah majunya Bajo di Pilkada Solo 2020.
"Beberapa waktu lalu banyak kita dengar di media, Bajo itu settingan, Bajo itu boneka. Itu sangat tidak benar," tegas Sigit, Minggu (6/9/2020).
"Bajo murni koalisi Tikus Pithi Hanoto Baris dengan masyarakat," tambahnya.
Sigit menyebut ada kemungkinan masyarakat mulai percaya akan isu Bajo hanyalah calon boneka di Pilkada Solo 2020.
"Untuk itu, berharap sekiranya saat ini bisa menyampaikan masyarakat mungkin hampir terbius," ujar Sigit.
Pihaknya kembali menyerahkan semuanya ke masyarakat untuk menilai.
"Tapi kita lihat nanti. Masyarakat yang menentukan. Kita tidak terkait, tidak terhubung dengan pihak manapun, kecuali masyarakat Solo," tutur Sigit.
Sigit berharap proses Pilkada Solo dapat berjalan lancar tanpa ada kecurangan apapun.
"Kita buktikan bersama-sama nanti kita berharap semua pihak bisa mendukung agar pencalonan Pilkada Solo betul betul pemilihan yang elegan," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/gibran-rakabuming-raka-dan-selvi-ananda-di-kantor.jpg)