Breaking News:

OJK Minta UMKM Waspada Dalam Memilih Sumber Pendanaan

Hal ini mengakibatkan lebih dari separuh UMKM yang disurvei, melakukan PHK atau pengurangan pegawai.

TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI AM
KontanKu, salah satu Fintech pendanaan UMKM yang terdaftar OJK di atrium E-Walk Balikpapan. (Foto diambil sebelum pandemi) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Peningkatan akses keuntungan, terutama UMKM di masa pandemi dinilai sangat penting.

Berdasarkan survei cepat yang dilakukan Asian Development Bank (ADB), terhadap UMKM di Indonesia, Filipina, Thailand dan Laos, bisnis UMKM terganggu di masa pandemi karena merosotnya permintaan domestik dan gangguan pasokan.

Hal ini mengakibatkan lebih dari separuh UMKM yang disurvei, melakukan PHK atau pengurangan pegawai.

Namun, hambatan yang paling utama terjadi pada kurangnya modal kerja, untuk mempertahankan atau memulai usaha.

Baca Juga: Hasil Rapat dengan Jokowi, Airlangga Hartarto Pastikan BLT BPJS dan Bantuan UMKM Berlanjut di 2021

Baca Juga: BLT BPJS Ketenagakerjaan, UMKM dan Kartu Prakerja tak Kunjung Cair, Saatnya Lakukan Langkah Ini

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur Made Yoga Sudharma menyebutkan, dukungan terhadap UMKM perlu berfokus pada mempertahankan usaha dan kesempatan kerja. Mengingat tingginya potensi kebangkrutan dan pengangguran.

Sebagai upaya, TPAKD OJK bisa melakukan pertemuan antara industri keuangan, baik perbankan maupun asuransi perkreditan.

Untuk memperkecil resiko kerugian yang dihadapi. "Bisa kita selaraskan antara kebutuhan permodalan dan permodalannya itu sendiri," ujarnya, Selasa (8/9/2020).

Selain konvensional, UMKM bisa melakukan pemenuhan kebutuhan keuangan melalui financial technology.

Financial technology atau Fintech merupakan hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari konvensional menjadi moderat.

Di mana transaksi biasanya harus bertatap muka, kini dapat dilakukan jarak jauh dengan bantuan teknologi.

Bahkan untuk tren pendanaan di masa Covid-19 adalah, UMKM lebih bergantung pada sumber-sumber pendanaan informal untuk bertahan. Sedangkan akses ke layanan keuangan formal relatif terbatas.

"Namun saran kami, jika ingin menjadikan fintech sebagai sumber pendanaan, tetap harus waspada. Kita ketahui banyak perusahaan fintech yang tidak terdaftar sehingga tidak diawasi oleh OJK," terang Made.

Made melanjutkan, apabila UMKM ingin pemodalan atau pendanaan melalui fintech, disarankan memperoleh informasi terlebih dahulu lewat layanan konsumen OJK.

"Bisa hubungi layanan konsumen, agar tahu fintech-fintech apa saja yang terdaftar dan diawasi OJK," pungkasnya. (*)

Baca Juga: Jokowi Lanjutkan Kartu Prakerja, BLT BPJS, Bantuan UMKM dan Bansos Tunai 2021, Cara Daftarnya Mudah

Baca Juga: Tinggal 2 Hari, Buruan Daftar Bantuan UMKM di siapbersamakumkm.kemenkopukm.go.id, Dapat Rp 2,4 Juta

Penulis: Heriani AM
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved