Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Satu Pasien Melak Positif Covid-19, Misran Effendi Minta Masyarakat Waspadai Transmisi Lokal

Jangan keluar rumah jika tidak penting. “Ingat, apabila kita terinfeksi di tempat kerja maupun lingkungan tempat tinggal,

HUMASKAB KUBAR
TRANSMISI LOKAL - Asisten I Setkab Dr Misran Effendi S STP M Si menyampaikan perkembangan terkini penanganan Covid-19 di media center, Rabu (9/9/2020). Turut hadir Kadiskes, Direktur RSUD HIS, perwakilan Kodim dan Dishub. Satu pasien dilaporkan positif akibat transmisi lokal. 

SENDAWAR - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kubar masih terus bertambah. Rabu (9/9) kemarin, tim gugus tugas kembali mengumumkan penambahan satu kasus positif dengan inisial KBR 94 laki-laki 46 tahun berstatus suspek. Pasien dari Kecamatan Melak saat ini melakukan Isolasi mandiri.

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kutai Barat yang diwakili Asisten I Setkab Dr Misran Effendi S STP M Si menyampaikan perkembangan informasi penanganan Covid-19 ini di media center. Turut hadir Kadiskes, Direktur RSUD HIS, perwakilan Kodim dan Dishub.

Lebih lanjut Dr Misran Effendi menjelaskan, data pasien per 9 September 2020 kemarin dirinci sebagai berikut, suspek 269 orang, probable 3 orang, terkonfirmasi positif PCR total 94 orang, yang dirawat di rumah sakit 7 orang, selesai melaksanakan isolasi/pengobatan 85 orang, jumlah kematian 2 orang, isolasi mandiri 4 orang, kontak erat 778 orang, jumlah yang diambil spesimen 1200 spesimen, discarded 573 orang, pelaku perjalanan 41.364 orang/jumlah akumulasi sejak awal.

Pada kesempatan tersebut Dr Misran Effendi menuturkan, kasus tersebut merupakan transmisi lokal, dimana yang bersangkutan tidak pernah melakukan perjalanan keluar daerah.

”Artinya transmisi lokal juga berpotensi untuk menyebabkan penambahan kasus. Transmisi lokal bisa saja bersentuhan dengan orang-orang tertentu berasal dari luar daerah, atau bisa juga melalui media lain ketika berbelanja,” kata Misran.

Maka selalu diingatkan upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan Covid-19 memerlukan partisipasi dan peran seluruh elemen masyarakat.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Kutai Barat agar dengan penuh kesadaran melakukan upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan Covid-19 dengan cara menjaga kesehatan dan tingkatkan daya tahan tubuh, gunakan masker jika bersama orang lain dan jika keluar rumah, jaga jarak fisik (physical distancing), hindari berada dalam kerumunan, tidak bepergian atau melakukan perjalanan keluar daerah yang masih terdapat penularan Covid-19,” kata Misran.

Jangan keluar rumah jika tidak penting. “Ingat, apabila kita terinfeksi di tempat kerja maupun lingkungan tempat tinggal, akan menjadi sangat berisiko untuk keluarga yang ada di rumah, untuk anak- anak kita, untuk orang tua kita, untuk saudara-saudara kita yang memiliki penyakit komorbid atau penyakit penyerta. Mari patuhi ini dengan komitmen yang kuat agar terhindar dari penularan Covid-19. Mulailah dari diri sendiri, keluarga bahkan masyarakat di wilayah tempat tinggal untuk tetap patuh pada protokol kesehatan,” tegasnya.

Asisten I juga menyampaikan, berdasarkan hasil rapat tim gugus tugas bersama pimpinan daerah Kutai Barat, diingatkan untuk terus meningkatkan kewaspadaan dengan pengetatan protokol kesehatan serta mengkaji ulang untuk menghidupkan kembali posko di perbatasan dengan berdasar pertimbangan-pertimbangan teknis.(adv/hms10/naw)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved