Virus Corona di Balikpapan

Ditunda Jadi RS Darurat, Pasien Isolasi Mandiri Baru Diarahkan Tempati Embarkasi Haji

Status Embarkasi Haji Balikpapan masih awet menjadi tempat rujukan pasien isolasi mandiri. Pasalnya rencana alihfungsi embarkasi haji menjdi RSD ditun

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, DWI ARDIANTO
Ilustrasi Embarkasi Haji Balikpapan yang tengah digunakan sebagai tempat isolasi mandiri. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Status Embarkasi Haji Balikpapan saat ini masih awet menjadi tempat rujukan pasien isolasi mandiri. Pasalnya rencana alihfungsi Embarkasi Haji Balikpapan menjadi Rumah Sakit Darurat atau RS Darurat ditunda.

Pemkot Balikpapan meyakini delapan rumah sakit masih mampu menangani warga yang terpapar, terlebih dengan jumlah bed yang bertambah.

"Belum. Lihat perkembangan kasus. Sampai saat ini kasusnya masih cukup embarkasi jadi tempat isolasi mandiri,” ujar Kepala DKK Balikpapan, Andi Sri Juliarty.

Namun begitu, ia membenarkan bahwa Pemkot Balikpapan sudah bersurat kepada Pemprov Kaltim.

Ini mengenai perubahan alihfungsi embarkasi menjadi RS Darurat jika diperlukan. Kendala perubahan fungsi dari tempat isolasi menjadi RS Darurat juga membutuhkan peralatan yang memadai.

“Lagi pula RS Darurat kan tidak menangani pasien dengan gejala berat. Yang berat tetap di rumah sakit biasa,” jelasnya.

Baca juga; Embarkasi Haji Balikpapan Dikabarkan Siap Jadi RS Darurat, Ini Penjelasan Kadinkes Kaltim

Baca juga; Embarkasi Haji Balikpapan Disetujui Jadi RS Darurat, Tinggal Tunggu Droping Peralatan dari Pemprov

Dalam hal ini, pihaknya tengah memilah. Pasien terkonfirmasi positif dengan gejala ringan dapat menempati Embarkasi Haji Balikpapan Timur.

Namun ada juga pasien tanpa gejala ( OTG ) yang sudah merasa nyaman isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Memang ada beberapa pasien yang sudah terlanjur isolasi di rumah, dan memang rumahnya memenuhi syarat enggan untuk pindah lagi,” katanya.

Dengan demikian, pemerintah kota pun saat ini akan lebih fokus menangani pasien baru untuk ditempatkan di asrama haji.  “Sampai saat ini di embarkasi ada 21 pasien,” katanya.

Sebagai informasi, Embarkasi Haji Balikpapan memiliki kapasitas 130 tempat tidur yang terbagi dalam 4 gedung asrama.

Selain itu, SDM dan berbagai fasilitas penunjang pun sudah disiapkan. Yakni dengan menempatkan dokter jaga dan perawat, serta ambulans.

Embarkasi haji juga memiliki petugas gizi yang memantau asupan pasien, petugas sanitasi sendiri, dan penjagaan selama 24 jam.

Dengan area kawasan Embarkasi Haji yang cukup luas dan terbuka, pasien yang menjalani isolasi mandiri dapat bekegiatan ringan, seperti senam dan lainnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved