Tolak Disuruh Beli Gas LPG, Pria di Bontang Ini Malah Pukul Ibunya Pakai Besi

Wawan (30) harus mendekam di sel Mapolres Bontang, Kalimantan Timur, lantaran melakukan tindakan penganiayaan

TRIBUNKALTIM.CO/HO
Wawan (30) pukul ibu pakai besi saat diamankan Tim Rajawali Polres Bontang. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Wawan (30) harus mendekam di sel Mapolres Bontang, Kalimantan Timur, lantaran melakukan tindakan penganiayaan.

Ironisnya yang dianiya adalah ibu kandungnya sendiri. Entah apa yang ada di kepala pria berumur ini sampai tega memukul ibunya dengan besi dan sapu.

Kejadian penganiayaan itu terjadi pada Rabu (9/9/2020) sekira 08.30 Wita.

Kala itu ibunya meminta Wawan beli gas elpiji di warung. Namun Wawan menolak tanpa alasan yang jelas.

Baca Juga; WNA Maroko Aniaya Anaknya Hingga Tewas, Mengaku Hanya Gigit Korban, Polisi Temukan Fakta Lain

Baca Juga; Tidak Mau Bertanggungjawab Usai Hamili Anak Tetangga hingga Melahirkan, Seorang Pria Tewas Dianiaya

Tak hanya menolak permintaan ibunya, ia pun melakukan tindakan penganiayaan tersebut. Walhasil, ibunya pun menderita luka lebam di tubuh.

Tak terima atas perbuatan anaknya, ibu tersebut melapor ke kantor polisi. Tak lama kemudian,  Wawan akhinya ditangkap polisi di kawasan Gunung Elai, Bontang.

Ia resmi ditetapkan sebagai tersangka, kemudian dimasukkan ke dalam sel Mapolres Bontang.

Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo melalui Kasat Reskrim Polres Bontang AKP Makhfud Hidayat membeberkan, tersangka menganiaya ibunya menggunakan sebatang besi berkaki tiga dan sapu lidi.

"Yang dipukul bagian punggung, tangan, dan kaki,” ungkapnya.

Belakangan diketahui, Makhfud mengatakan penganiayaan yang dilakukan Wawan terhadap ibunya bukan kali pertama dilakukan. Kepada polisi, korban mengaku acap kali melakukan tindak kekerasan ibunya.

“Baru melapor sekarang karena ibunya sudah tidak kuat,” ucapnya.

Kini tersangka dan barang bukti berupa 1 buah tongkat besi dan sapu lidi telah diamankan di Polres Bontang.

Atas perbuatannya Wawan dijerat pasal 44 ayat 1 UU KDRT Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

“Ancamannya 5 tahun penjara,” ujarnya. (*)

Baca Juga: Blokir Pertemanan di FB, Suami di Way Kanan Tega Aniaya Istrinya Gegara Sering Diajak Minum Miras

Baca Juga: Blokir Pertemanan di FB, Suami di Way Kanan Tega Aniaya Istrinya Gegara Sering Diajak Minum Miras

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved