Kamis, 21 Mei 2026

Belajar dari Rumah TVRI

Kunci Jawaban Kelas 1-3 SD Asal Usul Buleleng dan Singaraja, Belajar dari Rumah TVRI 14 September

Simak kunci jawaban kelas 1-3 SD asal usul Buleleng dan Singaraja, materi Belajar dari Rumah di TVRI hari ini Senin 14 September 2020

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
Tangkap Layar YouTube Dongeng Kita
Simak kunci jawaban kelas 1-3 SD asal usul Buleleng dan Singaraja, materi Belajar dari Rumah di TVRI hari ini Senin 14 September 2020 

Selang beberapa saat, Nusa kembali ke perahu mereka dengan membawa sebutir telur raksasa.

 Bacaan Doa setelah Melaksanakan Sholat 5 Waktu, Latin dan Artinya, Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, Isya

 BLT CAIR Mulai Hari Ini, Tahap 3 Rp 1,2 Juta Ditransfer untuk 3,5 Juta Karyawan, Cek Nama Terdaftar

“Lihatlah apa yang kubawa! Telur ini cukup untuk mengisi perut kita yang lapar!” kata Nusa, “Cepat rebuslah telur ini!””

Istri dan adik ipar Nusa memandang telur tersebut dengan wajah khawatir.

“Bang, lebih balk jangan memakan telur itu. Tidakkah Abang tahu itu telur apa?” kata sang istri.

“Aku tidak peduli ini telur apa. Jika kalian tidak mau memakannya, biar aku saja yang menghabiskannya!”

Lalu, Nusa merebus telur itu dan memakannya hingga habis. Pagi harinya ketika terbangun dari tidur, Nusa merasakan tubuhnya gatal luar biasa.

Muncul bercak-bercak merah. Ia panik dan meminta istrinya membantu menggaruk tubuhnya.

Namun, rasa gatal justru semakin menjadi.

Bukan hanya itu, bercak-bercak merah itu lalu berubah menjadi sisik-sisik sebesar uang logam di seluruh tubuhnya. Kemudian, adik iparnya pergi mencari pertolongan.

°Maafkan Abang, Dik. Rupanya, telur yang Abang makan semalam itu adalah telur naga. Beginiiah jadinya, lama-kelamaan tubuh Abang akan menyerupai naga;” Kato Nusa dengan sedih.

Adik ipar Nusa datang bersama serombongan warga. Mereka sangat terkejut melihat keadaan Nusa.

Tubuhnya sudah ditumbuhi sisik dari dada sampai ujung kaki. Ukuran tubuhnya pun semakin lama semakin besar. Panas terik menyengat tubuh Nusa yang dibaringkan di pinggir sungai.

“Terik sekali matahari membakar tubuhku. Aku mohon gulingkanlah aku ke sungai,” kata Nusa.

Dengan saling membantu, warga mendorong tubuh Nusa ke dalam sungai.

Nusa mmandang langit kemudian bicara kepada istrinya, “Adinda, sebentar lagi akan terjadi badai besar.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved