Breaking News:

Dinas Perindustrian Kota Samarinda Ajukan 4 Ribu Hektare Lahan untuk Daerah Industri

Dinas Perindustrian Samarinda ajukan 4 ribu hektare lahan untuk daerah industri. Data itu nantinya diatur dalam revisi rancangan tata ruang wilayah

TRIBUNKALTIM.CO, CAHYOWICAKSONO PUTRO
Kepala Dinas Perindustrian Kota Samarinda M Faisal. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Perindustrian Samarinda ajukan 4 ribu hektare lahan untuk daerah industri. Data itu nantinya diatur dalam revisi rancangan tata ruang wilayah atau RTRW Samarinda.

Diketahui bahwa sebelumnya, hanya ada 400 hektare yang ditetapkan untuk kawasan industri.

Kepala Dinas Perindustrian Samarinda M Faisal menyebutkan 4 ribu hektare itu merupakan data eksisting. Gabungan dari daerah yang sudah jadi kawasan industri. Tapi, daerah itu berada di luar kawasan industri yang telah ditentukan sebelumnya.

Namun dari 4 ribu itu belum sepenuhnya. Sekarang masih dalam pendataan.

“Jadi 4 ribu hektare itu sebagian besar data eksisting. Yang sudah ada industrinya. Jadi, sisanya barulah untuk industri baru. Rencananya lokasinya ada di Samarinda Utara dan Palaran,” ucapnya (17/9/2020).

Ada banyak tempat industri yang kesusahan mengurus izin industri. Dikarenakan tempat industri mereka berada di luar RTRW sebelumnya. Sehingga, tempat mereka itu terbilang ilegal. Namun sudah beraktivitas lama. Oleh sebab itulah dijadikan alasan dinas ini mengajukan angka tersebut.

Baca juga; Ahok Janji Jaga Pesan Erick Thohir, Akui tak Bisa Diadu Domba meski Sudah Bongkar Aib Pertamina

Baca juga; Pulau Derawan Berau Masuk Dalam Objek Wisata Prioritas RPJMN 2020-2024, Terapkan Protokol Kesehatan!

Sehingga, daerah itu harus diakomodir, dijadikan wilayah mereka sebagai daerah yang diperuntukkan untuk perindustrian. Bukan daerah industri. Karena, keduanya berbeda. Kalau daerah industri berarti semua fasilitasnya lengkap. Seperti infrastruktur, listrik dan air.

Selain itu, besaran angka tadi untuk memberikan ruang bagi industri lain yang kemungkinan akan berkembang di Samarinda. Ke depannya, tidak menutup kemungkinan akan ada industri baru yang bermunculan. Sebab, Samarinda akan menjadi kota penyanggah untuk Ibu Kota Negara ( IKN ).

“Industri ini jangan disempitkan pengertiannya. Hanya pabrik yang besar-besar. Kan bisa juga industri kecil menengah (IKM). Seperti, pembuatan roti. Ataupun, pembuatan baju. Sekarang kan masih dikirim dari luar. Padahal, kita bisa buat sendiri. Harganya pun bisa lebih murah,” terangnya.

Sekarang, masih dalam tahap awal baru melakukan pendataan. Daerah industri diluar dari RTRW sebelumnya. Agar, ke depannya Dinas Perindustrian gampang untuk mengeluarkan izin usaha mereka. Karena tidak bertentangan dengan aturan yang ada.

“Secepatnya kami selesaikan pendataannya. Agar, daerah yang telah berdiri tempat industri cepat terakomodir dan industri tersebut cepat mengurus ujin industri. Biar legal dimata hukum,” pungkasnya. (Tribunkaltim.co/Muhammad Riduan)

Penulis: Muhammad Riduan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved