Suka Duka Petugas Pemakaman Jenazah Covid-19 di Samarinda, Lega Saat Keluarga Ikhlas
Sejak kasus pertama meninggal dunia pada 2 Maret 2020 silam, ia selalu mengingatkan pada tim pembawa jenazah covid-19
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Petugas yang mengurus jenazah terpapar maupun probable covid-19 di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Ifran, memaparkan suka duka yang dialami bersama timnya.
Sejak kasus pertama meninggal dunia pada 2 Maret 2020 silam, ia selalu mengingatkan pada tim pembawa jenazah covid-19, yang dilakukan adalah kegiatan kemanusiaan dan bentuk pengabdian tertinggi pada jenazah yang telah gugur di masa pandemi ini.
"Pengalaman bagi tim sangat luar biasa, kami lebih mengutamakan giat ini sebagai pengabdian kemanusiaan. Amal jariyah, kalau dalam Islam," ucap Ifran, yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Sabtu (19/9/2020).
Baca Juga:UPDATE Virus Corona di Samarinda, Kembali Nakes RSUD AWS Meninggal Dunia Berstatus Probable Covid-19
Baca Juga:Kasus Positif Virus Corona Terus Meningkat, Indonesia Diprediksi Jadi Epicentrum Covid-19 Dunia
Selain itu, ada rasa lega yang muncul ketika keluarga ikhlas bersedia dimakamkan sesuai prosedur yang diterapkan.
Di satu sisi terkadang ada keluarga pasien menolak jenazah dimakamkan dan diurus sebagaimana jenazah covid-19. Ingin dibawa pulang. Tetapi demi kesehatan, Ifran dan tim harus memberi edukasi agar prosesi sebelum pemakaman dapat dilaksanakan di rumah sakit.
"Kendala pasti ada, seperti pihak keluarga sempat tarik ulur masalah keikhlasan dimakamkan secara protokol covid-19. Tapi, dibalik itu semua Alhamdulillah berjalan baik dan lancar," ucapnya.
Salah satu petugas pemakaman, yang tak ingin disebutkan namanya, juga berkata menghadapi jenazah covid-19 sangat berbeda dibandingkan pemakaman biasanya.
Mendapatkan pengalaman baru tentunya, mengharuskan menggunakan pakaian Alat Pelindung Diri (APD), walaupun agak sulit bergerak.
Namun kesulitan tersebut merupakan bagian dari keharusan yang diperintahkan agama. Jenazah dari golongan apapun wajib mendapatkan pemakaman yang layak dan terhormat.
"Sukanya, kami merasa bangga ketika keluarga jenazah menyetujui (prosedur covid-19). Dan kami pun bangga ketika proses pemakaman berjalan lancar," kata dia (Tribunkaltim.co/ Mohammad Fairoussaniy)
Baca Juga:UPDATE Virus Corona di Kutim, RSUD Kudungga Beberkan Hasil Tes Swab Plt Bupati Kasmidi Bulang
Baca Juga:UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Catat 41 Kasus Positif Covid-19 Baru, Didominasi OTG Lagi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/petugas-memberikan-penghormatan-terakhir-pada-jenazah-di-tpu-raudhatul.jpg)