Diduga Jargas Bocor, Warga Jelawat Samarinda Cium Bau Menyengat dan Muncul Semburan dari Dalam Tanah
Bau menyengat dan gelembung muncul dari sekitar rumah warga Jalan Jelawat Gang IV, Kelurahan Sidodamai, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, Prov
Penulis: Mohammad Fairoussaniy |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Bau menyengat dan gelembung muncul dari sekitar rumah warga Jalan Jelawat Gang IV, Kelurahan Sidodamai, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (24/9/2020) pagi.
Bau menyengat sendiri diketahui dari cairan odoran yang terdapat dalam jargas di dalam tanah.
Odoran sendiri adalah unsur pewangi yang bisa juga berfungsi sebagai penetral bau. Kelebihan campuran inilah yang diduga munculnya bau menyengat tersebut.
Salah seorang warga, Impin (59) yang rumahnya tak jauh dari lokasi kebocoran menceritakan, saat kejadian ia berada di dalam rumah dan mencium bau menyengat.
Baca juga: Hitungan Pajak Mobil Baru Nol Persen, Xpander & Avanza Jadi Rp 100 Jutaan, Keputusan di Sri Mulyani
Baca juga: Satu Negara di Asia Tenggara Tidak Ada Penularan Covid-19 dalam Dua Minggu, Simak Cara Atasi Corona
Kaca rumah miliknya juga terkena semburan air bercampur tanah yang mengendap di atas permukaan pipa jargas.
"Menurut keterangan petugas, ini tes kebocoran. Apa ada bocor atau tidak, kemarin diisi angin dan saat ini diisi odoran. Sempat kaget, karena pemasangan baru sekali ini. Kita cepat tanggap saja, agar cepat diatasi," kata Impin, Kamis (24/9/2020).
Selain Impin, Safariah (37) yang rumahnya tepat di depan pipa jargas, membenarkan adannya bau menyengat seperti aroma gas tercium sejak kemarin.
"Sekitar jam 10.00 WITA pagi tadi, anak saya kembali mencium gas," ucap Safariah.
Baca juga: Inilah Para Kepala Daerah di Indonesia Korban Covid-19, Ada dari Kalimantan Timur Sampai Meninggal
Baca juga: Berlangsung Sekitar 20 Menit, Hujan Es di Kota Cimahi, Butiran Sebesar Kelereng, Ini Penjelasan BMKG
Keyakinannya itu ia buktikan saat mengecek keluar rumah, Safariah mencium bau gas di sekitar halaman rumahnya dan muncul gelembung yang diikuti semburan dari permukaan tanah.
"Di permukaan tanah itu muncul gelembung seperti air mendidih, di permukaan tanah kebetulan ada air bekas hujan di dekat bekas galian jargas. Saya memasak memakai kayu bakar jadi saya yakin dari gas, entah jargas atau LPG tetangga. Panik saya lari ke rumah Pak RT melaporkan bau gas tersebut," ujarnya.
Saat berita ini diturunkan, terlihat penggalian dilakukan pihak operator jargas yang menerima laporan dari warga setempat. (TribunKaltim.co/ Mohammad Fairoussaniy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/permukaan-tanah-yang-mengeluarkan-bau-menyengat-dan-semburan-kamis-2492020.jpg)