Pembahasan Ditarget Rampung November, Segini Besaran R-APBD 2021 Balikpapan
DPRD Balikpapan kembali gelar paripurna terkait nota penjelasan Raperda APBD tahun 2021. Tahapan pembahasan untuk APBD murni 2021,
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- DPRD Balikpapan kembali gelar paripurna terkait nota penjelasan Raperda APBD tahun 2021. Tahapan pembahasan untuk APBD murni 2021,
Sebelumnya juga telah disusun Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara ( KUA-PPAS ).
Baik dilakukan melalui komisi, komisi antar komisi, dan komisi dengan mitranya. Bahkan Banggar bentukan legislatif juga telah menyepakati KUA-PPAS yang telah dilakukan.
"Hari ini kita sampaikan nota penjelasan Rancangan APBD 2021 yang sudah dibahas. Dari kesepakatan itu hari ini diparipurnakan," kata Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh, Jumat (25/9/20).
Selanjutnya, DPRD Balikpapan akan melakukan paripurna pandangan umum fraksi terkait nota penjelasan Walikota mengenai KUA-PPAS 2021.
Baca juga; Kampanye Paslon Dimulai Besok, Polresta Samarinda Ingatkan Paslon Koordinasi dengan Tim Gugus Covid
Baca juga; Potensi Gempa Megathrust Picu Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa, 20 Menit Sampai ke Daratan, WASPADA!
Pun setelah itu akan digelar kembali paripurna berikutnya yakni jawaban walikota atas pandangan fraksi. Dan terakhir dilakukan ialah pendapat akhir fraksi.
"Biasanya akan diikuti oleh nota kesepakatan bersama atau persetujuan bersama antara DPRD dan Walikota," terangnya.
Politisi partai Golkar ini menjelaskan tahapan tersebut dilakukan guna mendapat hasil akhir dalam menyepakati Rancangan APBD menjadi APBD 2021.
"Selanjutnya ini akan di evaluasi oleh Gubernur Kaltim," sebutnya.
Abdulloh menerangkan APBD murni 2021 paling lambat akan disepakati satu bulan sebelum masa akhir anggaran tahun sebelumnya.
"Artinya paling lambat November harus selesai. Nilainya ada Rp 1,9 sekian miliar. Tapi ini belum termasuk DAU, DAK, Bankeu dari pusat," ujarnya.
Sementara itu, untuk pendapatan asli daerah ( PAD) tahun 2021, badan legislatif itu pum menurunkan target dari pendapatan sebelumnya.
Ini dengan mempertimbangkan frekuensi ekonomi Indonesia termasuk Kota Balikpapan yang semakin melemah imbas pandemi Covid-19.
"Targetnya kami turunkan. Jadi kami mengacu setelah terjadi pandemi, yakni Rp 600 Miliar bisa tercapai saja sudah luar biasa," pungkasnya. (TribunKaltim.co/ Miftah Aulia)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kua-ppas-2021.jpg)