Rektor Untag Samarinda: Penerapan Eco-Office di Pemerintahan dan Swasta Harus Lebih Digalakkan
Ia berharap, webinar kali ini bisa lebih menguatkan keinginan untuk mewujudkan perkantoran, sekolah-kampus yang ramah lingkungan.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Rektor Universitas 17 Agustus (Untag) 1945 Samarinda Dr Marjoni Rachman MSi mendorong perlunya penggalakan yang lebih kuat dalam menerapkan konsep eco-office. Terutama dalam pembangunan gedung-gedung dan penataan perkantoran baik di lingkup pemerintahan maupun swasta agar timbul kesadaran bersama di semua lini dan level manajemen untuk lebih cepat mewujudkannya.
Dalam banyak studi di luar dan dalam negeri, penerapan eco-office terbukti memiliki pengaruh amat positif pada produktivitas kerja karyawan. Selain tentu saja akan membuat lebih indah, lebih nyaman dan menyehatkan bagi orang-orang di dalamnya.
Marjoni Rachman mengatakan itu saat membuka webinar "Eco-Office" Dalam Rangka Mewujudkan Perkantoran dan Sekolah/Kampus, AUM yang Ramah Lingkungan, Jumat (25/9/2020) malam.
"Sudah saatnya kita tidak hanya memikirkan lingkungan tempat tinggal saja, akan tetapi juga mulai memikirkan lingkungan kerja kita. Dalam hal ini memikirkan manajemen lingkungan dalam kegiatan perkantoran," kata Marjoni.
Webinar "Eco-Office" digelar atas kerjasama Untag 1945 Samarinda dengan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PW Muhammadiyah Kaltim. Menghadirkan narasumber tunggal Dr Ir Darhamsjah MSi, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi-Maluku Kementerian LHK. Selaku penanggap adalah Dr Evi Kurniasari P MPsi Psikolog (Ketua UPMF Psikologi Untag dan Ketua APIO Kaltim), dan Dr Legowo Kamarubayana SHut MP (dosen prodi Kehutanan Untag). Selama dua jam lebih seminar ini dipandu Muhammad Habibi SKM, MKL (dosen Kesehatan Lingkungan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur).
Eco-office merupakan kantor peduli lingkungan yang telah mewujudkan penerapan sistem manajemen lingkungan dalam kegiatan perkantoran. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan kantor yang bersih, indah, nyaman serta menyehatkan.
Salah satu kantor yang dinilai telah menerapkan konsep ini adalah Kantor Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (PPE) Sulawesi-Maluku Kementerian LHK di Makassar. Kantor yang dipimpin Dr Ir Darhamsjah MSi itu bahkan berhasil meraih sertifikat ISO 14001:2004 sebagai kantor yang berbudaya lingkungan.
Menurut Marjoni, masalah lingkungan telah menjadi isu penting di berbagai belahan dunia. Isu lingkungan berkembang seiring dengan perkembangan teknologi, ekonomi, sosial, budaya, dan politik.
Keterkaitan antara lingkungan dan berbagai sektor kegiatan, khususnya sektorperdagangan dan industri menjadi topik diskusi di berbagai forum internasional karena banyaknya anggapan bahwa kebijakan lingkungan di suatu negara, dapat berperan sebagai pembatas atau pengganggu kebijakan perdagangan negara lainnya. Karenanya masalah lingkungan perlu menjadi bagian integral dari masalah pembangunan.
Aktivitas perkantoran dan administrasi adalah suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas sehari-hari suatu organisasi. Dalam hal ini kegiatan perkantoran berkembang pesat seiring dengan perkembangan di sektor
perdagangan dan jasa. Berbagai aktivitas di kantor banyak menggunakan energi (listrik & air) dan menghasilkan sampah yang berdampak negatif terhadap lingkungan hidup seperti kertas dan plastik.
"Akan tetapi perusahaan-perusahaan atau perkantoran-perkantoran tersebut tidak menyadari dampak yang akan timbul akibat aktivitas-aktivitas itu seperti polusi, keracunan, kebisingan, hingga perusakan lingkungan," katanya dalam sambutan yang dibacakan Wakil Rektor II Dr Puji Astuti.
Karena itu menurutnya penting bagi perusahaan atau perkantoran untuk memperhatikan sistem manajemen
lingkungannya agar mengahasilkan produk baik barang maupun jasa yang nantinya aman dan ramah lingkungan.
Salah satu upaya untuk mencegah dan mengurangi pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas perkantoran adalah dengan menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan dari ISO 14000 di lingkungan perkantoran melalui konsep eco-office atau green office.
"Eco-office adalah salah satu upaya yang efektif untuk mewujudkan komunitas kantor yang ramah lingkungan yaitu dengan terciptanya lingkungan kantor yang bersih, indah, nyaman dan menyehatkan," kata Marjoni lagi.
Tujuannya adalah menciptakan lingkungan kantor yang bersih, indah, nyaman serta menyehatkan. Selain itu Eco Office bertujuan juga untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pemakaian sumber daya alam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/parjono-rachman-rektor-untag-samarinda-9999.jpg)