Penanganan Covid

Tercatat 1.319 Relawan Dapat Suntikan Vaksin Covid-19, Bio Farma Target 250 Juta Dosis Hiingga 2021

Jumlah relawan yang sudah mendapatkan suntikan pertama vaksin covid-19 berjumlah 1.319 orang

Editor: Samir Paturusi
(Shutterstock)
Ilustrasi-Sebanyak 1.319 relawan telah menerima suntikan vaksin covid-19 di Indonesia 

TRIBUNKALTIM.CO-Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir menyampaikan bahwa sampai akhir September lalu, jumlah relawan yang sudah mendapatkan suntikan pertama vaksin covid-19 berjumlah 1.319 orang.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (5/10/2020) menjelaskan, dari 656 relawan, terdapat 244 orang di antaranya dalam tahap pengambilan darah pasca-suntikan kedua.

Hal itu untuk melihat antibodi setelah penyuntikan vaksin.

"Hingga saat ini belum ada dilaporkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius akibat vaksin atau vaksinasi," tutur dia.

Baca Juga:Uji Coba Vaksin Covid-19 Dilakukan Awal Tahun Depan, Kemenkes Pilih Kota Bogor

Baca Juga:Mahfud MD Imbau Harus Sabar, Jalankan Protokol Kesehatan Covid-19 Adalah Vaksin Alami

Sambil menunggu uji klinis selesai, Bio Farma melakukan persiapan produksi vaksin hasil kerja sama dengan Sinovac.

Produksi vaksin rencananya dimulai November hinBgga Desember 2020, dengan kapasitas total produksi hilir vaksin Covid-19 Bio Farma sebesar 250 juta dosis pada tahun 2021.

Jumlah ini mengalami peningkatan dari sebelumnya hanya 100 juta dosis pada tahun 2020.

Selain itu, Bio Farma dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan terbang ke Sinovac China untuk visit audit proses pengembangan dan produksi vaksin corona di fasilitas Sinovac di Beijing, China.

“Itu untuk menjaga dan menjamin kualitas vaksin Covid-19 mulai dari bahan baku dan lainnya,” ungkap Honesti.

Rencananya, BPOM terbang November 2020. Sedangkan Bio Farma lebih cepat dari BPOM.

Tak hanya Sinovac, BPOM pun akan melakukan audit ke Bio Farma.

Audit ini merupakan bagian dalam implementasi quality management system di Bio Farma.

BPOM akan memastikan fasilitas dan proses produksi Vaksin Covid-19 di Bio Farma memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)/Good Manufacturing Practice (GMP).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved