Minggu, 12 April 2026

Kasus Corona di Kutim

GAWAT, Dalam 3 Hari Muncul 52 Pasien Positif Covid-19 Baru di Kutai Timur

Pasien terkonfirmasi covid -19 di Kabupaten Kutai Timur kembali meningkat tajam. Dalam tiga hari belakangan ini, tiap harinya terjadi penambahan.

TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr Bahrani Hasanal mengatakan saat ini angka persebaran covid -19 di Kutai Timur, mencapai 719 kasus positif dan 468 kasus sembuh dengan pasien meninggal sebanyak dua orang. TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA- Pasien terkonfirmasi covid -19 di Kabupaten Kutai Timur kembali meningkat tajam.

Dalam tiga hari belakangan ini, tiap harinya terjadi penambahan.

Pada 13 Oktober, tercatat ada penambahan 11 pasien positif, 14 Oktober terjadi penambahan 20 pasien dan 15 Oktober bertambah lagi 21 pasien positif.

Total ada penambahan 52 pasien.

Sementara angka kesembuhan mulai mengimbangi angka peningkatan pasien terkonfirmasi positif.

Pasa 13 Oktober hanya ada lima pasien yang dinyatakan sembuh, sementara 14 Oktober ada 40 pasien dan 15 Oktober enam pasien.

Totalnya, 51 pasien sudah dinyatakan sembuh dari covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr Bahrani Hasanal mengatakan saat ini angka persebaran covid -19 di Kutai Timur, mencapai 719 kasus positif dan 468 kasus sembuh dengan pasien meninggal sebanyak dua orang.

Sehingga total pasien meninggal saat ini sudah mencapai 11 orang.

“Ada dua pasien yang meninggal dunia, Kamis (15/10/2020) malam dan sudah dikuburkan. Mereka adalah KTM 715, pria 77 tahun, awalnya mengeluh sesak nafas, sakit pinggang dan sakit dada.

Sempat rawat inap di RS swasta dan konsultasi ke spesialis paru. Didiagnosis TB dan penyakit jantung. Kemudian dirujuk ke RSUD Kudungga. Hasil tes swab-nya positif Virus Corona ( covid-19 ). Dua hari di RSUD Kudungga, pasien meninggal,” ucap dr Bahrani Hasanal.

Pasien lainnya yang akhirnya berpulang adalah KTM 719.

Seorang pria berusia 68 tahun yang sempat berada di Samarinda selama dua bulan.

Dirawat di rumah sakit swasta di Samarinda namun saat dilakukan rapid test, hasilnya negatif.

“Pasien memang sudah ada penyakit penyerta, berupa pembengkakan jantung, asam urat dan diabetes. Hasil swab tanggal 8 Oktober menyatakan positif dan meninggal tadi malam,” kata dr Bahrani Hasanal.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved