Anak Buah Prabowo di Bontang Tolak Jam Malam dan Sanksi Denda, Agus Haris: Kasihan Penjual Nasgor
Tren kasus positif Virus Corona di Bontang mengarah ke atas. Hampir setiap hari masih saja ditemui penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 ol
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani |
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG- Tren kasus positif Virus Corona di Bontang mengarah ke atas.
Hampir setiap hari masih saja ditemui penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 oleh Tim Gugus Tugas Bontang.
Pemerintah didampingi aparat keamanan berjibaku mendisiplinkan warga untuk mematuhi protokol kesehatan di dalam kota.
Namun, tetap saja grafik covid-19 tak menunjukkan penurunan.
Kendati kesembuhan meningkat, namun penambahan kasus konfirmasi positif masih terus terjadi.
Bahkan belum lama ini seorang pasien kembali meninggal dunia dengan status covid-19.
Sejauh ini sudah 20 kasus positif Virus Corona di Bontang meninggal dunia.
Hal itu membuat pemerintah mewacanakan kembali pembatasan jam malam, kemudian pengetatan penindakan berupa sanksi bagi warga Bontang yang melanggar protokol kesehatan.
Namun hal itu mendapat penolakan dari Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris.
Menurutnya pembatasan jam malam tak efektif.
Lantaran penularan dan penyebaran Virus Corona tak bergantung pada momen waktu.
Bisa saja jadi penularan paling tinggi terjadi pada siang hari.
Apalagi menimbang nasib para penjual makanan yang beroperasi pada malam hari, seperti nasi goreng, tahu tek maupun kedai-kedai kopi yang lagi marak di Bontang.
"Untuk jam malam saya tolak. Bagaimana kehidupan penjual jasi goreng yang bukanya sampai larut malam. Kalau bicara soal penyebaran, bukan hanya malam, tapi siang. Menurut saya nggak efektif pembatasan, karena setiap waktu berpotensi," ucap Agus Haris, Kamis (22/10/2020).
"Kasihan penjual nasi goreng," tuturnya.