TPID Balikpapan Prediksi Fenomena La Nina Beri Tekanan Inflasi
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan memperkirakan ke depan masih ada beberapa faktor yang memberikan tekanan inflasi.
Penulis: Heriani AM | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan memperkirakan ke depan masih ada beberapa faktor yang memberikan tekanan inflasi.
Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Bimo Epyanto, faktor tersebut adalah adanya gangguan produksi dan distribusi di tengah curah hujan yang meningkat karena fenomena La Nina.
"Tren kenaikan permintaan emas pada masa pandemi covid-19, dan potensi normalisasi tarif angkutan udara seiring era new normal," ujar Bimo, Rabu (4/11/2020).
Baca Juga: Pemkot Balikpapan Bersama Bank Indonesia Balikpapan dan OJK Kaltim Luncurkan UMKM Care Center
Baca Juga: Peresmian Kas Titipan Bank Indonesia di Kabupaten Nunukan, Penggunaan Rupiah Meningkat di 2019
Baca Juga: Info Loker PCPM Angkatan 35 di Bank Indonesia Dibuka September 2020, Simak Persyaratan Lengkapnya
Bank Indonesia bersama pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan terus bersinergi, dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di tengah pandemi covid-19.
Serta memperkuat koordinasi kebijakan guna memastikan inflasi tetap rendah dan stabil sesuai sasaran target inflasi.
Untuk diketahui, pada Oktober 2020, Kota Balikpapan kembali mencatatkan deflasi sebesar -0,17 persen (mtm), namun tidak sedalam dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar -0,46 persen (mtm).
Sementara secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan tercatat sebesar 0,40 persen (yoy). Inflasi tahunan Kota Balikpapan tersebut masih berada di bawah target inflasi tahun 2020 yang sebesar 3,0 persen±1.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, deflasi yang terjadi pada bulan laporan disebabkan oleh penurunan harga kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan sumbangan sebesar -0,14 persen (mtm) yang berasal dari turunnya harga air kemasan, koreksi harga sayur-sayuran.
"Berlanjutnya penurunan harga daging ayam ras seiring dengan pasokan yang cenderung stabil di tengah konsumsi yang masih tertekan selama pandemi Covid-19," tambahnya.
Baca Juga: Bank Indonesia Gelar Appreciation Day Festival Celengan Rupiah Hadirkan Cinta Laura
Baca Juga: Walikota Terima Bantuan dari Bank Indonesia Perwakilan Kaltara untuk Korban Tanah Longsor Tarakan
Baca Juga: Perkembangan Inflasi, Bank Indonesia Ungkap Kaltara Alami Inflasi 0,54 Persen
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kondisi-air-pasang-di-kampung-atas-air-kampung-baru-balikpapan-belum-lama-ini.jpg)