Penanganan Covid

Publik tak Perlu Khawatir Terhadap Keamanan Vaksin, Epidemiolog: Pemerintah Sudah Punya Pengalaman

Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap keamanan vaksin covid-19. Sebab pemerintah sudah berpengalaman menangani vaksinasi.

Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga menjalani swab test di Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium (GSI Lab), Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2020). Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menetapkan batas harga tertinggi swab test mandiri dengan metode real-time polymerase chain reaction (RT PCR) yaitu sebesar Rp 900 ribu. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNKALTIM.CO,  JAKARTA -- Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap keamanan vaksin covid-19. Sebab pemerintah sudah berpengalaman menangani vaksinasi.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia atau PAEI Hariadi Wibisono menyatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keamanan dari vaksin, selain itu vaksinasi juga merupakan bagian dari pencegahan penyebaran virus Covid-19.

“Pada saatnya, vaksin nanti sudah selesai kajiannya dan sudah bisa, kan nanti akan melalui Badan POM ( Pengawasan Obat dan Makanan ) lagi untuk mendapatkan izin edar dan itu akan direview kembali prosedur-prosedur yang sudah lewat direview,” ujar Hariadi dalam keterangannya, Kamis (5/10/2020).

Baca juga: Hampir Pasti Pemenang Pilpres AS, Joe Biden Langsung Anulir Keputusan Trump saat Masuk Gedung Putih

Baca juga: Kalah Telak di San Siro, AC Milan Ulangi Hasil Pahit 20 Tahun Lalu, Rekor Skuad Pioli Terhenti

Hariadi menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan mengenai tingkat keamanan dari vaksin, sebab menurut Hariadi pemerintah sudah berpengalaman dalam hal berurusan dengan vaksin.

“Jadi menurut saya, kekhawatiran itu tidak perlu berlebihan, karena kita berurusan dengan vaksin itu kan selain vaksin ini kan sudah banyak vaksin yang kurang lebih prosedurnya sama, itu kan ada vaksin Hepatitis B, vaksin anak-anak, prosedurnya semua sama,” ungkapnya.

Lanjut Hariadi, ebelum dilepas ke masyarakat, vaksin astinya sudah teruji tingkat keamanannya. Selain itu, setelah digunakan oleh masyarakat tetap akan dipantau, apakah muncul gejala-gejala yang tidak diinginkan, yang mestinya tidak terjadi.

“Jadi setelah vaksin itu telah melewati Badan POM, melalui suatu kajian aman dipakai untuk masyarakat dan terus dipantau perkembanganya,” terangnya.

Hariadi menyayangkan jika ada masyarakat yang menolak untuk dilakukan vaksinasi, karena mendapatkan informasi yang salah atau termakan berita-berita hoax mengenai vaksin.

“Vaksin itu adalah bagian dari upaya pencegahan, hasilnya memang masyarakat memiliki hak untuk tidak menggunakan, itu sangat disayangkan kalau tidak menggunakannaya karena informasi yang salah, jadi diharapkan masyarakat paham manfaat dari vaksin itu apa,,” ungkapnya

Maka itu, Hariadi menyarankan pemerintah untuk mensosialisasikan pentingnya vaksin bagi pencegahan dan penyebaran virus Covid-19 ke masyarakat secara menyeluruh dan utuh.

“Nomor satu paham manfaatnya sehingga tidak ada pikiran bahwa vaksin itu tidak bermanfaat tidak ada yang berpikiran vaksin itu berbahaya sehingga ada ketakutan-ketakutan yang tidak pada tempatnya.” pungkasnya.

Baca juga: Secepat Mobil, Inilah Aplikasi TEPRA yang Diluncurkan Gubernur Kaltim Isran Noor

Baca juga: Hasil & Klasemen Liga Europa - Arsenal dan Tim Besar Lainnya Raih Kemenangan, AC Milan Kalah Telak

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved