Anggota DPRD PPU Kritiki Kenaikan Tarif PDAM, Minta Ditinjau Ulang
Perumda Air Minum Danum Taka menaikan tarif maka Perumda juga wajib memberikan kualitas yang baik.
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Beberapa waktu lalu, Sejumlah keluhan dari pelanggan PDAM atau Perumda Air Minum Danum Taka, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengenai kenaikan tarif, karena melonjak tinggi hingga mencapai 100 persen.
Mengenai kenaikan tarif tersebut, salah satu anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara Abdul Rahman Wahid mengomentari akan hal itu.
Menurut dia, apabila Perumda Air Minum Danum Taka menaikan tarif maka Perumda juga wajib memberikan kualitas yang baik. Sebab, banyak masyarakat yang merasa berat akan kenaikan tarif tersebut.
Baca Juga: Gugat PDAM Banjarmasin Rp 1 Miliar, Pemicunya Tagihan Naik 400 Persen Padahal Rumah Kosong
Baca Juga: Perusda PDPAU Samarinda Belum Pernah Sumbang PAD dan 2 Tahun Terakhir PDAM Sesuai Target
Baca Juga: 700 Pelanggan PDAM PPU Menunggak Pembayaran 3 Bulan, tak Bayar Sampai Desember Akan Dicabut
"Jadi gini apabila tarif dinaikan, kualitas juga harus dijaga, karena kenaikan air PDAM inilah masyarakat teriak-teriak juga, yang biasanya hanya membayar Rp 50 ribu sekarang bisa sampai Rp. 150 ribu," kata Wahid, Minggu (8/11/2020).
Apalagi, tambah Wahid, di masa pandemi Covid-19 saat ini tentunya keadaan perekonomian masyarakat PPU terbilang sulit.
"Apalagi di masa pandemi Covid-29, keadaan masyarakat kita, mungkin ada yang dulunya kerja dengan penghasilan Rp150 ribu sampai Rp 200 ribu sehari, saat ini mungkin hanya bisa memperoleh Rp 50 ribu atau bahkan tidak ada," kata Wahid.
Baca Juga: Beberapa Warga Keluhkan Kenaikan Harga PDAM, Rury Bayar Rp 860 Ribu dari Sebelumnya Rp 280 Ribu
Baca Juga: PDAM Tirta Manggar Balikpapan Kembali Lelang Proyek Desalinasi Air Laut Akhir Tahun Ini
Baca Juga: PDAM Tirta Manggar Balikpapan Hanya Bisa Penuhi 79 Persen Penyediaan Air Bersih, Ini Kendalanya
Dirinya pun berharap kepada Pemerintah PPU, untuk mempertimbangkan lagi terhadap kenaikan tarif air tersebut.
"Harapan kita juga pemerintah juga harus berpikir ulang terkait dengan kenaikan tarif air PDAM kalau bisa dipikirkan juga masyarakat kalangan menengah ke bawah," harap dia.
(TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MS)
