Pendapatan Asli Daerah Pantai Manggar Balikpapan Lampaui Target
Momentum ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku wisata untuk kembali meraih kepercayaan para wisatawan domestik.
Penulis: Heriani AM | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Industri pariwisata di Balikpapan perlahan mulai bangkit. Libur panjang di akhir Oktober ini membawa angin segar bagi industri pariwisata.
Momentum ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku wisata untuk kembali meraih kepercayaan para wisatawan domestik.
Menurut Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata atau Disporapar Balikpapan, Irma Nurmayanti, momentum libur panjang beberapa waktu lalu membawa dampak positif pada pendapatan asli daerah (PAD). Secara khusus PAD di Pantai Manggar Segara Sari.
Seperti yang diketahui, selama libur panjang pekan lalu, objek wisata yang letaknya di kawasan Balikpapan Timur ini tetap beroperasi.
Baca juga: 5 Puskesmas Keliling di Kubar Kebagian Mobil Ambulans, Pjs Bupati Ingatkan Wajib Perawatan
Baca juga: Mabes Polri Anggap Wajar Tindakan Represif Aparat, Aliansi Mahasiswa Kaltim Lontarkan Kritik Pedas
Selama libur panjang selama 5 hari pada akhir Oktober 2020 lalu, disebutkan bahwa kunjungan mencapai sekira 20 ribu orang.
"Pendapatan yang diperoleh sekitar Rp 200 juta. Yang paling ramai minggu itu pada hari Kamis dan Minggu," ujar Irma, Selasa (10/11/2020).
Irma mengungkapkan, bahwa target PAD untuk Pantai Manggar telah terlampaui. Di mana target yang telah ditetapkan yakni Rp 1,7 miliar.
Dan kini realisasinya telah mencapai sekitar Rp 2 miliar.
"Target PAD Pantai Manggar kan diturunkan sejak ada pandemi. Target sebelumnya Rp 4 miliar. Diturunkan 60 persen," jelasnya.
Lebih jauh lanjut Irma, wisatawan yang menyambangi pantai memiliki kesadaran sendiri. Walau tidak sedikit pula yang masih bandel terhadap imbauan.
Baca juga: Penipu Asal Jakarta yang Ngaku Bupati PPU Ditangkap, Satu Perusahaan Sempat Kirim Uang Rp 175 Juta
Baca juga: UPDATE Covid-19 Balikpapan, Tercatat 27 Positif Baru, KTP Luar Daerah Turut Sumbang Kasus
Untuk membangkitkan geliat di sektor pariwisata, pemerintah telah meluncurkan kampanye I Do Care. Yakni protokol kesehatan di tempat wisata.
Salah satu hal yang terpenting adalah, pengelola wisata menaati dan menerapkan dengan disiplin protokol kesehatan di tempat usahanya.
Mulai dari menyediakan fasilitas tempat mencuci tangan, membatasi jumlah pengunjung, mengecek suhu tubuh, dan mewajibkan pengunjung menggunakan masker saat mengunjungi kawasan wisata.
"Kami berharap agar masyarakat mau bekerja sama. Sebab saat ini, pemberlakuan wisata yang sehat dan aman menjadi acuan. Khususnya di tengah pandemi yang belum kunjung usai ini," pungkasnya.
(Tribunkaltim.co/Heriani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/perlombaan-perahu-naga.jpg)