Selasa, 19 Mei 2026

Protes Dimakamkan Protokol Covid-19, Keluarga Pasien Seruduk RSUD AM Parikesit Minta Penjelasan

Sempat terjadi keributan beberapa saat ketika pihak keluarga pasien meminta pihak rumah sakit, untuk memberikan penjelasan terkait prosedur pemakaman

Tayang:
Penulis: Aris Joni | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI
Suasana keramaian pihak keluarga di RSUD AM Parikesit yang protes pasien akan dimakamkan secara protokol covid-19. TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Sejumlah warga dari pihak keluarga pasien yang meninggal di RSUD AM Parikesit Tenggarong, Kutai Kartanegara ( Kukar) mendatangi rumah sakit akibat keluarganya yang meninggal akan dimakamkan dengan standar protokol covid-19.

Sempat terjadi keributan beberapa saat ketika pihak keluarga pasien meminta pihak rumah sakit, untuk memberikan penjelasan terkait prosedur pemakaman pasien.

Namun, petugas satgas covid-19 dari TNI-Polri dan Satpol dengan sigap memediasi persoalan tersebut.

Baca Juga: Joe Biden Presiden AS Terpilih Memiliki 5 Rencana dalam Memberantas Corona di Amerika Serikat

Baca Juga: Mengatasi Corona dalam Penerapan 3M, Satgas Covid-19 Awasi 20 Juta Orang di Seluruh Indonesia

Baca Juga: Kalimantan Timur tak Masuk Prioritas, Doni Monardo Beber 10 Daerah Prioritas Penerima Vaksin Corona

Adik ipar pasien yang  meninggal tersebut, Dwi Suryanto (42) mengungkapkan, dirinya bersama pihak keluarga mendatangi rumah sakit untuk meminta penjelasan proses pemulasaran jenazah dan kejelasan status pasien.

Pasalnya ucap dia, selama pasien dirawat lima hari dan akhirnya meninggal dunia. Keluarga pasien mengkomplain pelayanan rumah sakit yang dinilainya kurang baik.

Ia menerangkan, selama berada di IGD, pasien telah di swab sekali dengan hasil negatif. Namun pasien tidak segera dipindahkan ke ruang perawatan.

“Mestinya kalau negatif langsung dipindahkan, jangan dibiarkan di IGD lama. Nah, setelah almarhum negatif, kondisinya kembali menurun dan di swab lagi. Setelah di swab lagi barulah di bilang positif, tapi secara lisan aja gak dikasihkan bukti hasilnya,” ujar Dwi saat diwawancara awak media di RSUD AM Parikesit. Rabu, (11/11/2020).

Ia juga merasa tidak puas dengan pelayanan rumah sakit karena pihak rumah sakit tidak terbuka memberikan penjelasan proses pemulasaran jenazah pasien.

“Kami juga pertanyakan proses pemakamannya, apakah sudah di mandikan, kemudian dimakamkan. Karena dari rumah sakit gak ada menjelaskan itu. Pas kami tanya di ruang jenazah katanya masih di IGD, tapi pas kami ke IGD jasad pasien tidak ada dan ternyata sudah ada di peti mati. Kita kan gak tau apakah sudah dimandikan, di sholatkan dan di kafankan,” jelasnya.

Sementara itu, Pasi Ops kodim 0906/Tgr Kapten Arm. Patar Silalahi selaku pengamanan menerangkan, kondisi saat ini sudah kembali kondusif.

Pihak keluarga pasien juga sudah dipertemukan dengan pihak rumah sakit dan menerima pasien di makamkan secara protokol covid-19.

Dirinya menganggap, persoalan tersebut merupakan mis komunikasi atau salah paham karena ada penjelasan yang belum dipahami pihak keluarga dan belum tersampaikan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved