Breaking News:

Bawaslu Kaltara Tangani 61 Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu, Temuan Terbanyak Ada di Nunukan

Badan Pengawas Pemilu Kalimantan Utara (Bawaslu Kaltara) menangani sekira 61 kasus dugaan pelanggaran Pemilu. Dugaan pelanggaran pemilu tersebut, ter

Penulis: Amiruddin | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/AMIRUDDIN
Ketua Bawaslu Kaltara, Suryani mengatakan, sampai saat ini ada 61 temuan dan laporan dugaan pelanggaran pemilu yang diterima Bawaslu. Dari 61 kasus itu, didominasi temuan. TRIBUNKALTARA.COM/AMIRUDDIN 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Badan Pengawas Pemilu Kalimantan Utara (Bawaslu Kaltara) menangani sekira 61 kasus dugaan pelanggaran Pemilu.

Dugaan pelanggaran pemilu tersebut, terdiri dari 14 laporan, 41 temuan, dan 6 kasus yang masih diproses di Bawaslu.

Bukan hanya ditangani Bawaslu Kaltara, tetapi juga jajaran Bawaslu kabupaten dan kota yang ada di Kaltara.

"Sampai saat ini ada 61 temuan dan laporan yang kami terima. Dari 61 kasus itu, didominasi temuan," kata Ketua Bawaslu Kaltara, Suryani kepada TribunKaltara.com, Minggu (22/11/2020).

Data yang diperoleh TribunKaltara.com, dari total 55 laporan dan temuan yang ditangani Bawaslu, paling banyak berada di Nunukan dengan 26 kasus.

Disusul Kota Tarakan 14 kasus, Provinsi Kaltara 9 kasus, Bulungan 3 kasus, Tana Tidung 2 kasus, dan Malinau 1 kasus.

"Jenis dugaan pelanggaran yang ditangani itu, ada yang berupa dugaan pelanggaran etik, hukum, dan administrasi," imbuhnya.

Kendala Bawaslu

Ketua Bawaslu Kaltara, Suryani mengatakan, dalam menjalankan tugasnya Bawaslu Kaltara juga menemui sejumlah kendala saat hendak menelusuri dugaan pelanggaran pemilu.

Salah satunya, lanjut dia, masyarakat lebih sering membagikan informasi ke Bawaslu, namun enggan menjadi pelapor atau saksi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved