Breaking News:

Kumpul dengan Pegiat Literasi, Hetifah Berharap Perpustakaan Bukan Sekadar Menjadi Tempat Membaca

Perpustakaan Nasional bekerjasama dengan anggota Komisi X DPR RI asal Kalimantan Timur Hetifah Sjaifudian menggelar acara “Literacy Gathering”.

HO
Perpustakaan Nasional bekerjasama dengan anggota Komisi X DPR RI asal Kalimantan Timur Hetifah Sjaifudian menggelar acara “Literacy Gathering” 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA –Perpustakaan Nasional bekerjasama dengan anggota Komisi X DPR RI asal Kalimantan Timur Hetifah Sjaifudian menggelar acara “Literacy Gathering” di Gedung Pustaka Utama Perpustakaan Daerah Kaltim, Senin (23/11).

Acara tersebut diadakan dalam rangka menggalakkan budaya baca di tengah masyarakat.  Hadir sebagai narasumber Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran membaca Perpusda Kaltim E. Mustika Wati, Ketua GPMB Kaltim Syafruddin Pernyata, serta perwakilan dari Komunitas Baca Rasa Dengar Nor Islafatun.

Dalam paparannya, Syarif Bando mengatakan bahwa peringkat minat baca Indonesia di tahun ini meningkat drastis. 

“Sebelumnya peringkat kita 60 dari 61 negara yang disurvey, sekarang melesat ke peringkat ke-16 dengan rata-rata membaca 6 jam per minggu. Hari ini baru saja dirilis,” ungkapnya.

Sementara itu Hetifah menekankan bahwa arah pembangunan perpustakaan sekarang adalah untuk menjadi pusat inklusi sosial.

“Jika ada orang yang membuthkan informasi, tentang apapun, misalnya mereka ingin beralih profesi, atau berwirausaha, atau belajar sesuatu yang baru, di perpustakaanlah tempatnya. Perpustakaan bukan hanya menjadi tempat membaca buku, tapi menjadi sumber ilmu yang luas,” jelasnya.

Acara ditutup dengan acara penyerahan bantuan buku bagi beberapa lembaga/komunitas di Samarinda. Pemberian simbolis diwakili oleh beberapa lembaga, diantaranya HIMA Pembangunan Sosial FISIP Unmul, Persekutuan Naposobulung HKBP Distrik XXVII Borneo, dan Lembaga Pendidikan Bimbingan Belajar Cerdas Trisari.

Terdapat total 1.893 buku yang dibagikan kepada 15 lembaga/komunitas di Kaltim, dan 2.500 buku yang diberikan untuk 25 lembaga/komunitas se-Indonesia.

Hetifah berharap, pemberian bantuan buku ini dapat meningkatkan semangat komunitas-komunitas tersebut dalam menggerakkan literasi.

“Semoga dengan adanya bantuan ini teman-teman lebih semangat lagi mengobarkan kecintaan membaca di tengah masyarakat Kaltim.” pungkasnya. (*)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved