News Video
NEWS VIDEO Lebih 500 Warga Ikuti Tes Swab Gratis di Mobile PCR
Warga pun tak berlama-lama antre. Karena, setelah membawa formulir dari Puskesmas, peserta langsung melakukan pemeriksaan awal.
TRIBUNKALTIM.CO– Hadirnya mobile PCR di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur sebagai bagian dari program pencegahan penyebaran covid-19 di wilayah Kutai Timur, sangat bermanfaat bagi warga. Kesadaran warga untuk memeriksakan diri, terutama mereka yang pernah berkontak dengan pasien covid -19, meningkat. Meski mereka tahu pemeriksaan swab bisa membuat air mata bercucuran.
Terbukti, data peserta tes swab di mobile PCR selama tiga hari ini saja, mencapai lebih 500 orang. Memang tidak semua di titik Jl AW Syahrani. Ada pula yang dilakukan di RSUD Kudungga, puskesmas maupun rumah sakit lain. “Selama tiga hari ini, sudah ada lebih 500 warga yang ikut memeriksakan diri menggunakan mobile PCR. Hari pertama buka saja, sekitar 200, kemudian kemarin, juga sekitar 200 peserta. Tambah hari ini, sekitar 100 lebih,” ungkap Kadis Kesehatan Kutai Timur, dr Bahrani Hasanal, Rabu (25/11/2020).
Warga pun tak berlama-lama antre. Karena, setelah membawa formulir dari Puskesmas, peserta langsung melakukan pemeriksaan awal, mengambil alat periksa dan membawa ke tenda pemeriksaan. Proses pemeriksaan pun hanya memakan waktu maksimal 10 menit. Itu pun untuk mereka yang agak kesulitan dan sudah takut duluan melihat alat serupa cotton bud yang akan dimasukkan ke dalam hidung dan mulut.
Hadirnya mobil PCR mempermudah deteksi dini pasien yang terpapar covid -19. Sekaligus mendeteksi pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) yang masih beraktifitas seperti biasa. Padahal, bisa menularkan infeksi. Data pasien covid -19 terkini, jumlah yang terkonfirmasi mencapai 2.318 orang dan pasien sembuh sudah mencapai 1.930 orang dengan pasien meninggal sebanyak 37 orang. Artinya, pasien yang menjalani karantina, baik secara mandiri, di rumah karantina maupun di rumah sakit sisa 351 orang.
“Saat ini, pasien sembuh sudah lebih banyak dibanding pasien terinfeksi. Semoga kondisi ini terus berlangsung. Pasien sembuh semakin banyak dan mereka yang terpapar semakin sedikit, hingga akhinya, nol,” ujar Bahrani.(*)
Naskah: TribunKaltim.co/Margaret Sarita
Videografer: TribunKaltim.co/Margaret Sarita
Video Editor: TribunKaltim.co/Fz