Belajar Berkuda dari Instruktur Profesional di Balikpapan, Olah Perasaan dan Jiwa Kepemimpinan
Dibalik kuda yang jinak dan ramah, ada instruktur yang harus bergelut dan memahami seluk beluk berkuda.
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Bagi banyak orang, berkuda mungkin suatu hal yang mudah.
Namun, dibalik kuda yang jinak dan ramah, ada instruktur yang harus bergelut dan memahami seluk beluk berkuda.
Ditemui di tempat latihan berkuda di Backwood Horse Riding, Jl. Letkol Pol. H.M. Asnawi Arbain, Gunung Bahagia, Kota Balikpapan, Georizky, menceritakan pengalamannya sebagai instruktur berkuda.
"Saya baru delapan bulan di sini, sebelumnya ya sudah setahun jadi pelatih," ujar Instruktur Berkuda, Georizky, pada Kamis (26/11/2020).
Baca juga: SOAL dan Jawaban Belajar dari Rumah TVRI Senin 19 Oktober 2020 SD Kelas 1-3, Rudra si Penjaga Kuda
Pengalaman berkudanya dapat dikatakan otodidak, dari coba-coba hingga bisa menjadi pelatih berkuda.
"Awalnya ya saya dari itu, bersihkan kotoran kuda, tapi lama-lama tertarik naik kuda, awal coba-coba naik, lalu bisa bawa jalan bawa lari, diajari juga sama teman, akhirnya ya jadi sekarang ini instruktur," tuturnya.
Meskipun belum memiliki lisensi atau sertifikat kepelatihan, Georizky mengaku terus belajar dan berlatih agar menguasai semua teknik berkuda.
Tak hanya teknik yang harus dikuasai, baginya memahami perasaan kuda juga penting, sebab banyak orang belum tahu, bila kuda juga memiliki perasaan.
"Kalau kuda itu, dia tahu siapa yang menunggang, dia juga punya feeling, jadi harus tahu sifatnya dan perlakuan khusus tiap kuda," terangnya.
Dirinya mengaku bisa memahami perubahan sifat kuda, hal ini dapat terlihat bila kuda sedang sakit.
"Biasanya ga nafsu makan, atau diam di pojokan seharian, ga mau main dengan teman," jelasnya.
Tidak hanya kesenangan, pengalamannya berkuda memberikan tantangan tersendiri.
"Pernah terjatuh lagi bawa, juga digigit, tapi ya biasa saja soalnya sudah senang dengan berkuda," kenang Georizky.
Selain itu, dari berkuda ia juga dapat belajar mengenai kepemimpinan.
"Kalau bisa lead kuda, bawa kuda dengan tenang, biasanya jiwa kepemimpinan itu muncul, dan ga semua orang punya itu," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kuda-jenis-crossbreeding.jpg)