News Video

NEWS VIDEO Talkshow Perpustakaan Daerah Kaltim, Walikota-Bupati Harus Peduli Pada Literasi

Staff Ahli Bidang Polhukam berharap di Kaltim ada sumber daya terbarukan melalui literasi  didampingi para pustakawan.

Editor: Faizal Amir

TRIBUNKALTIM.CO- Peningkatan Indeks terkait Literasi Masyarakat Provinsi/Kabupaten/Kota tak hanya dengan membca saja.ternyata tak hanya cukup membaca, hal tersebut ditekankan Staf Ahli Bidang Politik Hukum dan Keamanan, mewakili Gubernur Kaltim, Wahyu WIdhi Heranata saat talkshow bertema Inovasi dan Kreatifitas Pustakawan Dalam Penguatan Indeks Literasi Masyarakat Untuk Mewujudkan SDM Unggul Menuju Indonesia Maju, "di gedung Perspustakaan Daerah Kaltim Jalan Juanda Samarinda Ulu Kalimantan Timur, Selasa (23/11/2020) 

"Kita telah ada upaya akar rumput "Grass Root "  bersama  Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kalimantan Timur oleh  bapak  Sjafruddin Pernyata , kemudian ada  Wakil Ketua Komisi X, DPR RI,  ibu Hetifah Sjaifudian dan  apa yang dikehendaki  bagaimana apa yang kita kehendaki  Kepala Perpustakaan NasionalRI,   Muhammad Syarif Bando  jangan sampai Provinsi Kaltim kaya dengan sumber daya alam tapi kita tak bisa apa apa. Pemprov Kaltim beraharap  dengan meningkatkan literasi  tak hanya menyiapkan sumber daya alam saja oleh Kaltim tapi ada bahan jadi, dan ada semacam transformasi ekonomi yang kita keluarkan melalui  Seminar Literasi," ,"harap Wahyu Widhi Heranata.

Staff Ahli Bidang Polhukam berharap di Kaltim ada sumber daya terbarukan melalui literasi  didampingi para pustakawan.

"Ini tonggak sejarah bagi kita, dan ini peluang sangat besar , beberapa kabupaten kota dapat bantuan membangun perpustakaan Subhnahallan , kita telah  menyiapkan lahannya .Disamping itu banyak  perguruan tinggi swasta maupun pemerintah   di Kalimantan Timur,  serta  bagi media massa diharapkan  jangan menyampaikan  gembar gembor sumber daya alam yang besar tapi kita juga harus bisa mengelola sumber daya alam lebih arif dan bijak,"lanjutnya.

Kepala Perpustakaan Nasional R.I,Drs MM Muhammad Syarif Bando mengungkapkan melalui kejernihan berfikir, Perpustakaan merupakan jendela masa  kini dan masa datang dan perlu sinergi bersama melalui literasi ditengah pandemi covid 19 .

" Semakin banyak membaca masa silam atau sejarah maka semakin kuat pemahaman akan datang.

"Mudah Mudahan  minat membaca Indonesia terus tinggi di Jurnal kita dai jumlah penduduk Indonesia  tercatat 267 juta jiwa.Kita bersyukur di Kaltim terbukti minat bacanya dari prasasti pada abad ke 5 Kerajaan Kutai Kertanegara itulah tanda sudah ada literasi sejak abad ke 5,"ujarnya.

Syarif Bando menatakan cara pandang mahasiswa yang hadir di seminar literasi cukup karena menempuh kuliah 8 semester.

"Kita harus menulis  tentang kondisi industri minyak dan gas bumi (migas) serta  batu bata yang merupakan Sumber Daya Alam (SDA) khas Kalimantan Timur.Mohon jangan terlalu banyak di pasaran  buku fiksi.Karena pembangunan masyarakat harus merata , membangun dengan masyarakat yang termarjinalkan perlu lifeskills , ilmu terapan yang perlu dipublikasikan melalui literasi.Ilmu terapan yang dimaksudkan yakni  berbasis inklusif.

Inklusif adalah memposisikan dirinya ke dalam posisi yang sama dengan orang lain atau kelompok lain sehingga membuat orang tersebut berusaha untuk memahami perspektif orang lain dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. Disamping itu literasi juga dengan  representasi ekonomi.Contohnya jika anda jualan berangkat dari suatu ruangan, rumah, atau diruang mana saja,siapa yang mau liat apa yang dijual didalam ruangan kalau tak jualan, di upload di internet, "lanjut Syarif menekankan.

Wakil Ketua Komisi X, Hetifah Sjaifudian mengutarakan Pemerintah  memfasilitasi literasi, salah satunya sumber ketersediaan bahan bacaan. 

"Fasilitas fisik juga penting walaupun itu berupa sumber bacaan, karena  kita di DPR RI kini  merumuskan beberapa hal mengenai literasi.Alhamdulillah Perpusnas menjadi motor, nanti kementrian pendidikan dan kebudayaan menjadi payung  menghadirkan minat baca dan juga kecerdasaan kita serta literasi berbagai hal,"tutunya.

Hetifah juga salut dengan kegiatan literasi dan minat baca di Kalimantan Timur,Meskipun ditengah pandemi covid 19, perpustakaan nasional dan perpustakaan di daerah peningkatannya signifikan, perpustakaan jadi pusat inklusi sosial bagaimana mereka memulai wira usaha ataupun belajar, jadi perpustakaan jadi sumber ilmu dalam arti luas.

"Kita salut dengan Ketua Perpusnas Pak Syarif kita dan mendukung,  beliau pandai melobi.Semoga kementrian keuangan merespon baik, contohnya  balikpapan jadi kota kreatif di Indonesia  dalam bidang digital, bukan hanya jargon digital  tapi memanfaatkan teknologi juga memprediksi  seperti misalnya membangun start up,  aplikasi dan sebagainya.Saya sangat optimis, anak anak Kaltim sangat mampu menjadi sumber perubahan ke arah positif memanfaatkan digital.Saya kira sekarang sudah banyak peningkatan minat baca, meskipun secara tekologi belum semuanya meningkat minat baca. Oleh karenanya  warga di wilayah  pedalaman juga perlu literasi dan hari ini kita memberikan bantuan buku buku untuk meningkatkan minat baca,"jelasnya.

Hetifah  segala dan  tantangan di Negara Kesatuan  Republik Indonesia tak mungkin bisa dihadapi dan diselesaikan  jika tanpa sinergi.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved