Debat Publik Pilkada Samarinda
Kasus Pelecehan di Samarinda Tertinggi se-Kaltim, Tiap Paslon Punya Kiat Turunkan Angka
Debat publik ketiga Pilwali Samarinda digelar di Hotel Aston Samarinda, Rabu (2/12/2020). Debat dibagi dalam beberapa sesi. Sesi pertama pemaparan v
Penulis: Jino Prayudi Kartono |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Debat publik ketiga Pilwali Samarinda digelar di Hotel Aston Samarinda, Rabu (2/12/2020).
Debat dibagi dalam beberapa sesi.
Sesi pertama pemaparan visi dan misi paslon.
Kemudian di sesi kedua dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan dari tim perumus.
Pertanyaan pertama terkait pelecehan seksual.
Samarinda menjadi peringkat pertama kasus pelecehan seksual dengan jumlah 203 kasus.
Tiap paslon memiliki cara tersendiri untuk menurunkan angka pelecehan seksual.
Pasangan nomor 3, Zairin Zain-Sarwono mendapat kesempatan menjawab pertanyaan tersebut.
Ia mengatakan perlu dilakukan sosialisasi tingkat RT maupun Kelurahan.
Sehingga dengan adanya sosialisasi ini dapat membuka pikiran masyarakat terkait masalah pelecehan seksual.
Sekaligus ia melihat faktor ekonomi sehingga berpengaruh terhadap jumlah kasus pelecehan yang terjadi.
"Tentu banyaknya kasus lebih dari 203 kasus menjadi perhatian penuh kenapa ini terjadi, karena di kehidupan sosial masyarakat karena ekonomi yang turun, kasus ini terjadi karena orang-orang yang tidak bertanggung jawab, ini yang menjadi upaya untuk kita perbaiki," ucap Zairin Zain.
Sementara itu paslon nomor urut 1 mengomentari tanggapan paslon nomor urut 3.
Ia melihat pembekalan ilmu spiritual menjadi faktor utama untuk membentengi masyarakat dari pelecehan seksual.
"Intinya kita perlu ada pembinaan akhlak dan pemberdayaan perlindungan anak serta bantuan ditingkatkan agar semua bisa dihindari penindasan kepada anak-anak dan lain-lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/suasana-debat-publik-pilkada-samarida-yang-diikuti-ketiga-pasangan-calon-di-hotel-aston.jpg)