Breaking News:

Berita Pemkab Berau

Raker Masyarakat Peduli Api, Bentuk Sinergitas Pemerintah dengan Masyarakat Kendalikan Karhutla

Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 5 hingga 7 Desember 2020 di Pulau Derawan.

Editor: Achmad Bintoro
HUMASKAB BERAU
RAPAT KERJA - Sekkab Berau M Gazali mengalungkan tanda peserta rapat kerja MPA di Pulau Derawan. 

TANJUNG REDEB - Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau menggelar rapat kerja masyarakat peduli api (Raker-MPA) sekabupaten Berau tahun 2020. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 5 hingga 7 Desember 2020 di Pulau Derawan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kabupaten Berau, M Gazali.

Raker ini menjadi bagian dalam penguatan MPA kedepannya. Dengan melakukan evaluasi berbagai persoalan yang selama ini dihadapi. Untuk dirumuskan sebagai kebijakan dan disusun dalam program kerja di tahun 2021 mendatang.

Kepala BPBD Berau, Thamrin menjelaskan, rapat kerja ini bentuk penguatan dan sinergitas MPA. Saat ini telah dibentuk MPA di 11 kecamatan yang dinilai rawan karhutla. Sementara untuk posko kebakaran hutan dan lahan telah dibangun 6. Ia pun mengharapkan agar 5 kecamatan sisanya dapat dibangun lagi posko karhutla.

SINERGITAS - Diharapkan terbangun sinergitas antara seluruh pihak dalam mengatasi karhutla. Saat ini telah dibentuk MPA di 11 kecamatan.
SINERGITAS - Diharapkan terbangun sinergitas antara seluruh pihak dalam mengatasi karhutla. Saat ini telah dibentuk MPA di 11 kecamatan. (HUMASKAB BERAU)

"Pemerintah pusat bisa bangunkan sisanya. Karena kita tidak punya kewenangan lagi untuk membangun fisik. Sehingga semua kecamatan bisa memiliki posko. Dan jika ada karhutla cepat diatasi," ujarnya.

Thamrin mengatakan, sesuai hasil kajian resiko bencana yang telah dilakukan, banyak potensi bencana yang ada di Kabupaten Berau. Dan yang paling berpotensi adalah karhutla. Dengan luasan hutan mencapai 2 juta hektar, tentu menjadi tugas besar yang harus selalu diantisipasi.

Sehingga dengan dibentuknya MPA ini bisa membangun kerja sama antara pemerintah dengan masyarakat dan dunia usaha.

"Tanpa ada kerja sama dan bantuan dari seluruh elemen termasuk masyarakat, pemerintah tidak akan bisa bekerja sendirian. Sehingga harus dibangun sinergitas dari seluruhnya," tegasnya.

Sejauh ini banyak langkah strategis yang telah diambil BPBD dalam mengatasi karhutla ini. Mulai dari penguatan SDM hingga pemenuhan sarana dan prasarana. Diungkapkan bahwa kasus karhutla di tahun 2015 dan 2019 sangat banyak.

Namun di tahun 2020 ini mengalami penurunan signifikan. Mengingat musim kemarau yang tidak terlalu panjang. Namun BPBD tetap melakukan antisipasi dan siap sedia jika terjadi karhutla.

Sementara Sekkab Berau, M Gazali mengatakan, melalui rapat kerja ini diharapkan semakin menguatkan sinergitas pemerintah dengan masyarakat dalam mengatasi karhutla. Hal-hal yang menjadi persoalan sejauh ini bisa diselesaikan untuk pembenahan kedepannya. Ditegaskan juga agar MPA ini bisa berjalan dengan maksimal harus ada semangat dari masing-masing kelompok.

"Target kita yaitu bekerja dengan ikhlas dan tujuannya demi kebaikan bersama. Harus ditanamkan di diri masing-masing sehingga program kita dalam mengantisipasi karhutla ini bisa tercapai sesuai yang telah kita rencanakan," pungkasnya. (adv/Hms5)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved