Breaking News:

Sepanjang 2020, BNNK Samarinda Sasar 17.193 Orang Edukasi Bahaya Narkoba, Kurangi Penggunanya 

Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Samarinda sebagai leading sector (sektor utama) dalam penanganan bahaya narkotika di Kota Samarinda.

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Samarinda sebagai leading sector (sektor utama) dalam penanganan bahaya narkotika di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. 

Awal sampai akhir 2020 ini bencana dunia covid-19 atau Virus Corona yang sudah hampir 10 bulan, menjadi faktor yang menghambat kegiatan P4GN. Jadi sosialisasi melalui virtual sampai saat ini.

"P4GN kan ada pemberantasan juga, tidak mungkin kan secara virtual dengan bandar narkoba," ungkap AKBP Halomoan Tampubolon sembari tersenyum.

Baca juga: Narkoba Marak, BNNK Samarinda Sebut Jika Tahu Ada Peredaran Narkoba Tapi Tidak Melapor Bisa Dipidana

Baca juga: BNNK Samarinda Lakukan Tes Urine ke Camat hingga Pegawai

Baca juga: Samarinda Masih Tempati Posisi Pertama, BNNK Samarinda Galakkan Program Rehabilitasi

Sedangkan program komunikasi persuasif (advokasi) P4GN di kalangan masyarakat, melalui seksi P2M selama tahun 2020, BNNK Samarinda membentuk relawan dan pegiat anti narkoba yang terdiri dari 15 orang relawan instansi pendidikan dan 15 orang relawan dari unsur masyarakat.

Pegiat anti narkoba sebanyak 80 orang, 20 orang penggiat anti narkoba di lingkungan pemerintah, 20 orang dilingkungan pendidikan, 20 orang lingkungan swasta dan 20 orang lain di kelompok masyarakat. 

Baca juga: Jauh jauh Ke Sanga sanga, BNNK Samarinda Ringkus Pengedar Narkoba

Baca juga: HANI 2018, BNNK Samarinda Beber Ada 12 Ribu Orang Tewas Akibat Narkoba

Baca juga: Jauh jauh Ke Sanga sanga, BNNK Samarinda Ringkus Pengedar Narkoba

Fungsi relawan dan pegiat ini disebut AKBP Halomoan Tampubolon, sebagai perpanjangan tangan BNNK Samarinda guna melakukan advokasi di lingkungan masing-masing untuk menerapkan lingkungan berwawasan anti narkoba serta menggerakkan masyarakat sekitar untuk bersama menolak narkoba.

"Kami membentuk relawan dan penggiat anti narkoba juga, contoh seperti tempat hiburan, image (pandangan) masyarakat yang seolah-olah disana ada peredaran gelap kita juga sasar. Pemilik kita berikan langkah persuasif, lakukan upaya sosialiasi dan membentuk satgas-satgas, upaya deteksi dininya kita melakukan test urine pada pegawai dan pengunjung," ungkap AKBP Halomoan Tampubolon.

(Tribunkaltim.co/Mohamamad Fairoussaniy)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved