News Video
NEWS VIDEO Evaluasi Penerapan Protokol Kesehatan di Bandara Kalimarau Berau
Dari kasus tersebut, kini didominasi oleh pelaku perjalanan yang kemudian tiba di Berau dan tak jarang menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.
TRIBUNKALTIM.CO- Upaya memutus dan mengendalikan penyebaran Covid-19 terus dilakukan pemerintah Kabupaten Berau, Berau, Kalimantan Timur, pasalnya hingga saat ini masyarakat yang terpapar virus Corona sudah mencapai 712 kasus, 145 kasus masih menjalani perawatan dan 10 orang meninggal dunia.
Dari kasus tersebut, kini didominasi oleh pelaku perjalanan yang kemudian tiba di Berau dan tak jarang menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.
Pemerintah Kabupaten Berau kini bakal melakukan pengetatan bagi masyarakat dari luar Berau atau pelaku perjalanan yang akan masuk di Bumi Batiwakkal melalui Bandar Udara Kalimarau.
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Berau Agus Tantomo mengatakan telah menggelar rapat dengan pihak bandara dan maskapai yang mengambil beberapa kesimpulan dalam upaya memutus penyebaran Covid-19 di Bumi Batiwakkal.
Baca juga: NEWS VIDEO Terpilih Secara Aklamasi Suharso Monoarfa Resmi Jadi Ketum PPP
Baca juga: NEWS VIDEO Langsungkan Razia, Polantas Balikpapan Jaring Motor Berknalpot Tak Standar
Baca juga: NEWS VIDEO Kemiskinan Ekstrem Landa Pengungsi Suriah di Lebanon, Begini Kondisinya
"Disepakati mulai minggu depan per hari Sabtu, diberlakukan kalau mau masuk wilayah Berau, itu harus bisa menunjukkan satu di antara dua persyaratan," jelas Agus Tantomo ke TribunKaltim.co, Minggu (20/12/2020).
"Pertama hasil tes antigen yang tidak lebih dari satu minggu sebelum telah tes. Kedua hasil rapid test yang tidak lebih dari tiga hari sebelumnya telah melakukan Rapid, kalau mereka tidak bisa menunjukkan salah satu dari persyaratan, maka mereka wajib melakukan tes di Berau, tesnya bisa TCM atau Rapid antigen," tuturnya.
Lanjut Agus berharap masyarakat bisa paham bahwa kebijakan tersebut dilakukan karena data selama ini sudah jelas, bahwa penyebab terbesar naiknya Covid-19 itu adalah pelaku perjalanan.
"Lebih khusus lagi pelaku perjalanan udara. Nah, oleh sebab itu, kita harus memperlakukan kebijakan kebijakan yang lebih ketat lagi," pungkasnya.
Untuk mengawasi setiap penumpang yang tiba sendiri kata Agus telah ada tim gugus yang stand by di bandara, dan nantinya jika aturan tersebut diberlakukan personel yang jaga akan ditambah.(*)
Naskah: TribunKaltim.co / Ikbal Nurkarim
Videografer: TribunKaltim.co / Ikbal Nurkarim
Video Editor: TribunKaltim.co / Fz