Dugaan BKSDA Kaltim, Populasi Reptil Buaya di Bontang Kalimantan Timur Kian Bertambah
Kemunculan buaya di kawasan Loktuan, Bontang Utara, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur meresahkan warga.
Penulis: Ismail Usman | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Kemunculan buaya di kawasan Loktuan, Bontang Utara, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur meresahkan warga.
Apalagi, dalam beberapa tahu terahir telah ada enam kasus anak di bawah umur diserang buaya.
Termasuk penyerangan bocah 12 tahun yang terjadi pada hari Rabu (30/12/2020) lalu.
Menyikapi hal itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Kalimatan Timur ( BKSDA Kaltim ) juga berencana akan segera menidak lanjuti persoalan tersebut
Baca juga: BKSDA Kaltim Pantau Buaya Riska Penjaga Sungai Guntung Bontang Viral di Medsos, Mereka Lakukan Ini
Baca juga: 32 Ekor Buaya di Penangkaran Warga Berau Bakal Dievakuasi, BKSDA Kaltim Siapkan Kandang Angkut
Baca juga: BOS & BKSDA Kaltim Lepasliarkan 3 Orangutan, Genap 118 Orangutan Menghuni Hutan Kehje Sewen Kutim
Petugas Pengendalian Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Kaltim, Rido menuturkan, pihaknya masih menunggu laporan dari masyarakat.
Rencananya, nanti pihaknya akan melakukan survei terlebih dulu.
Guna memastikan, apakah buaya yang menyerang bocah itu, merupakan Buaya yang kerap muncul di kawasan Selambai Loktuan, Kota Bontang.
"Kalau ada laporan, kami akan lakukan penangkapan terhadap buaya, dan akan memindahkan ke habitat yang jauh dari pemukiman," ucap Rido saat dikonfirmasi TribunKaltim.co via telpon, Jumat (1/01/2021).
Di samping itu, ia pun mengimbau agar masyarakat mematuhi plang yang telah dipasang disetiap sudut pesisir di kawasan Selambai.
Menurutnya untuk saat ini, hal itu yang lebih efektif untuk menghindari konflik dengan predator air ini.
"Karena, kami duga dikawasan itu memang merupakan ekosistem mereka," kata dia.
Baca juga: Poli Covid-19 RS Kanujoso Djatiwibowo Tutup Sementara, Berikut Daftar Laboratorium PCR di Balikpapan
Baca juga: Kondisi 3 Petugas Lab PCR RS Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, Diduga Terpapar dari Pasien Covid-19
Baca juga: UPDATE Virus Corona di Penajam Paser Utara, Pembuka Tahun 2021, Kasus Covid-19 Tambah 7 Orang
Lebih lanjut, ia memaparkan terdapat beberapa faktor dugaan, mengapa penampakan buaya kerap muncul di kawasan pemukiman warga, khususnya di sepantaran pesisir Selambai.
"Karena bisa jadi makanan mereka berkurang, karena disitu kan sudah banyak pembangunan. Mulai dari rumah warga dan perusahaan," katanya.
Selain itu, ada juga dugaan jika populasi buaya-buaya tersebut kian bertambah,
"Ada kemungkinan jumlahnya bertambah," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/keberadaan-reptil-buaya-di-loktuan.jpg)