Berita Samarinda Terkini
Longsoran Tanah Tutup Ruas Jl Pattimura Samarinda, Sebabkan Antrean Panjang Kendaraan
Hujan lebat mengguyur Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (12/1/2021) malam, yang berakibat ruas Jalan Pattimura, RT 17, Kelurahan Mangkupalas, K
Penulis: Mohammad Fairoussaniy |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Hujan lebat mengguyur Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (12/1/2021) malam, yang berakibat ruas Jalan Pattimura, RT 17, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang, tertutup material longsor.
Sebelumnya ruas jalan itu masih dapat dilalui oleh pengendara dari arah Kecamatan Palaran menuju Kecamatan Samarinda Seberang.
Namun kondisinya saat ini, sisi sebelah kanan badan jalan sudah ikut tertutup dan hanya tersisa jalan yang hanya cukup dilintasi oleh satu kendaraan roda dua.
Baca juga: UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Rencana Pembatasan Kegiatan, Walikota Rizal Effendi Beri Bocoran
Baca juga: Tuntut Gratiskan UKT, Hari Ini Aliansi Mahasiswa Unmul Akan Gelar Aksi Kepung Gedung Rektorat
Baca juga: Puluhan Mahasiswa Unmul Gelar Aksi di Depan Rektorat, Tuntut Digratiskan UKT
Alhasil sejak Rabu (13/1/2021) pagi, petugas Satlantas Polresta Samarinda datang langsung mengatur lalu lintas dan segera menutup akses masuk agar tak terjadi insiden berbahaya bagi pengendara.
"Melihat kondisinya, sangat berbahaya bagi pengendara, di sana kami tempatkan anggota untuk mengatur dan mengimbau pengendara untuk mencari jalan alternatif lain," ujar Kasatlantas Polresta Samarinda, Kompol Ramadhanil, Rabu (13/1/2021).
Kompol Ramadhanil menegaskan, agar pengguna jalan bersabar dan jangan memaksa untuk melintas di area longsor, walaupun memakan waktu agak lama untuk mencari jalan alternatif, namun demi keselamatan berkendara.
"Berkendara harus utamakan safety riding, kalau melihat kemacetan di pagi tadi, pengendara memaksa untuk melintas, akhirnya kami tutup dan meminta pengguna jalan agar mencari jalan alternatif sementara waktu," jelasnya.
Memang tak dapat dipungkiri, curah hujan menjadi faktor material tanah kembali menyebabkan longsor hingga ke jalan.
Walaupun sudah dibersihkan, nampaknya dinas terkait terus menunggu rencana pembangunan yang masuk di anggaran 2021.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Rabu (13/1/2021), Kepala UPTD Pemeliharaan Infrastruktur Wilayah II, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR Pera) Kaltim, Joniansyah memberikan tanggapan singkat terkait penanganan tanah longsor yang kini sudah menutup dua ruas jalan Pattimura.
"Kami akan segera lakukan pembersihan hari ini," ucapnya singkat.
Buat Bronjongan Cegah Longsor
Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda, Kalimantan Timur, dalam sepekan terakhir, tak hanya membuat beberapa ruas jalan terendam.
Dampak lainnya, yakni material tanah longsoran di Jalan Patimura, RT 17, Kelurahan Mangkupalas, Samarinda Seberang, Kota Samarinda kembali menutup ruas jalan.
Longsor yang terjadi pada Juli 2019 lalu sempat rampung dan terbuka setelah dilakukan pembersihan oleh dinas terkait, pemerintah kota dan beberapa pihak swasta yang ikut membantu.
Bukit yang berada di sisi lajur kiri dari arah Kecamatan Palaran - Samarinda Seberang longsor sehingga material longsoran kembali menutup ruas jalan.
Penanganan longsor sebenarnya telah dilakukan.
Material tanah yang menutup jalan dibersihkan.
Hanya saja longsor susulan kerap terjadi.
Lebih lima bulan berlalu, longsor susulan masih jadi ancaman bagi pengguna jalan.
Belum adanya rencana pembuatan tanggul atau bronjong membuat tanah kerap bergeser ke badan jalan.
Di awal tahun 2021, material tanah longsor kembali menutup jalan yang berstatus jalan provinsi ini.
Ruas jalan sisi Kecamatan Palaran -Samarinda Seberang kembali tak dapat dilalui.
Sehingga pengguna jalan memanfaatkan sisi jalan lain sebagai alternatif.
"Anggota (Dishub Samarinda) sudah di lokasi longsor untuk mengatur lalu lintas bersama Polisi Lalu Lintas. Sementara jalan kita alihkan dahulu (ditutup) karena longsor," ujar Plt Kepala Dinas Perhubungan Samarinda, Herwan Rifai, Minggu (10/1/2021) siang.
Terpisah, Kepala UPTD Pemeliharaan Infrastruktur Wilayah II, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR Pera) Kaltim, Joniansyah menjelaskan, bahwa material longsor sebenarnya mulai merambah jalan di akhir tahun 2019.
Sebab curah hujan tinggi menjadi salah satu faktor pendukung material tanah kembali bergeser.
"Sebetulnya dari tahun baru itu (penghujung tahun). Kota Samarinda kan hujan terus belakangan ini, jadi tanah di atas sana (bukit) turun," ungkap Joniansyah, Minggu (10/1/2021).
Upaya agar material tanah kembali longsor dan tidak menutup dua lajur jalan, pembersihan segera dilakukan.
Sekaligus memantau perkembangan dari material tanah yang masih bisa saja kembali merambah ke jalan.
Dari pantauan lapangan, alat berat tak satupun yang bergerak dan melakukan pembersihan.
"Alat berat kami ada yang standby. Kami juga lakukan pembersihan, cuman kendalanya ada alat kami yang trouble. Tetap masih ada juga alat lain di lokasi. Buangnya juga masih di seberangnya. Kami pantau terus longsor itu," tuturnya.
Ditanya mengenai potensi longsor lanjutan, Joniansyah mengatakan sebenarnya masih ada.
Material tanah yang tertumpuk di atas bukit bisa saja turun ke badan jalan sewaktu-waktu.
Terlebih jika hujan terus mengguyur Kota Tepian.
"Kalau potensi (longsor) masih ada sebelum dibuatkan bronjongan. Jadi, ini tinggal menunggu saja dari bagian perencanaan. Rencananya kan tahun 2021," ucap Joniansyah.
(TribunKaltim.co/Mohammad Fairoussaniy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/material-tanah-menutup-kedua-ruas-jalan-pattimura-kelurahan-mangkupalas-kecamatan.jpg)