Jumat, 24 April 2026

Virus Corona di Bontang

Pembatalan Distribusi Vaksin Sinovac ke Bontang oleh Pemprov Kaltim Disoal Wawali Basri Rase

Informasi pembatalan distribusi vaksinasi atas kebijakan Pemprov Kaltim jadi kabar buruk di sejumlah daerah, khususnya di Bontang.

Penulis: Ismail Usman |
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Wakil Walikota Bontang, Basri Rase menyayangkan atas kebijakan Pemprov Kaltim yang membatalkan distribusi vaksin ke Kota Bontang. TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG- Informasi pembatalan distribusi vaksinasi atas kebijakan Pemprov Kaltim jadi kabar buruk di sejumlah daerah, khususnya di Bontang.

Wakil Walikota Bontang, Basri Rase menyayangkan atas kebijakan tersebut.

Meski tak mengetahui alasannya, namun kata Basri, Kota Bontang mestinya jadi prioritas.

Apalagi diketahui di sini banyak aktivitas industri, jika kurang diperhatikan bisa berdampak pada pendapatan devisa negara.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Rencana Pembatasan Kegiatan, Walikota Rizal Effendi Beri Bocoran

Baca juga: Tuntut Gratiskan UKT, Hari Ini Aliansi Mahasiswa Unmul Akan Gelar Aksi Kepung Gedung Rektorat

Baca juga: Puluhan Mahasiswa Unmul Gelar Aksi di Depan Rektorat, Tuntut Digratiskan UKT

Maski sebenarnya vaksinisasi tahap pertama ini hanya untuk Tenaga kesehatan (Nakes), tetapi hal itu memiliki pengaruh.

"Iya memang untuk nakes. Tetapi kalau semisalnya, kasus melonjak, banyak karyawan yang terjangkit. Saat ditangani nakes juga ikut terpapar. Otomatis akan kewalahan. Nah pasti berdampak banyak ke perusahaan. Bisa-bisa nanti berpengaruh pada produksi," ujar Basri Rase saat dikonfirmasi, Rabu (13/01/2021).

Selain itu, ia juga menyoal kuota vaksi yang angkanya terlalu sedikit.

Menurutnya, perlu ada jatah juga untuk karyawan dan pegawai di lingkup pemerintahan.

Distribusi vaksin di tahap kedua, ia berharap agar kuota vaksin sinovac bisa lebih banyak lagi.

"Iya harus ditambah, masa cuman 1.600. Itu cuman cukup untuk 800 orang. Harus dibanyakin lagi," ucapnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Aji Erlynawati mengemukakan, pembatalan distribusi vaksin lantaran Pemprov Kaltim memprioritaskan untuk Kutai Kartanegar dan Samarinda.

Alasannya karena di sana lebih banyak orang yang terpapar Virus Corona ( covid-19 ).

"Itu otoritas Pemprov Kaltim. Kalau alasannya sih, katanya sengaja diprioritaskan dulu yang di sana karena kasusnya lebih banyak," tuturnya.

(TribunKaltim.co/Ismail Usman)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved