Minggu, 19 April 2026

Virus Corona

Penelitian Terbaru, Covid-19 Berdampak Serius Kesehatan Jantung, Ini 6 Gejala dan Tanda Serangannya

berbeda dengan SARS MERS, Covid-19 menurut hasil penelitian juga berdampak pada organ tubuh lain, salah satunya jantung

TRIBUNNEWS.COM
ILUSTRASI. Selain menyerang sistem pernapasan, Virus Corona juga bisa menyebabkan penyakit jantung. Tribunnews/Jeprima 

Kondisi ini menyebabkan tingkat tekanan darah Anda turun secara mendadak dan menyebabkan penumpukan cairan. Tekanan berlebihan di paru-paru atau jantung juga bisa menyebabkan gagal jantung. Oleh karena itu, seseorang tidak boleh terlalu genting selama atau setelah pemulihan.

4. Saturasi oksigen

Ilustrasi saturasi oksigen
Ilustrasi saturasi oksigen (Shutterstock)

Selain itu, suatu komplikasi umum dapat terjadi ketika virus menghalangi aliran darah membawa oksigen dalam tubuh, kondisi seperti hipoksia, disorientasi, kebingungan, bibir atau wajah kebiruan. Jika hal ini terjadi, artinya bisa jadi merupakan sinyal adanya gangguan pada jantung.

Gangguan apa pun pada aliran darah dapat menyebabkan penggumpalan, meningkatkan peradangan, dan mempersulit jantung untuk melakukan tugasnya.

5. Nyeri dada

Ilustrasi serangan jantung
Ilustrasi serangan jantung ((Shutterstock))

Tanda gangguan jantung lainnya efek dari infeksi Covid-19 yakni nyeri pada bagian dada. Nyeri dada sebagai gejala adalah sesuatu yang berhubungan dengan penurunan fungsi paru-paru, sesak napas, serta kerusakan jantung.

Ini Risetnya... Dalam kasus Covid-19, penggandaan dan penyebaran virus dapat menggangu fungsi jantung dan bisa merusak otot-otot jantung. Efeknya, seseorang yang terinfeksi bisa mengalami nyeri dada, atau angina.

Selain itu, nyeri dada juga dianggap sebagai salah satu tanda pertama serangan jantung. Namun, dalam beberapa kasus, nyeri dada yang ekstrem dan berdenyut serta denyut jantung yang berfluktuasi juga dapat menyebabkan pingsan.

6. Sindrom takikardia

Beberapa peneliti percaya bahwa pasien Covid-19, terutama mereka yang melakukan perjalanan jauh dapat menghadapi kondisi seperti POTS atau sindrom takikardia ortostatik postural. Sindrom ini merusak sistem saraf, menyebabkan ketidakseimbangan detak jantung, tingkat tekanan darah yang tidak biasa.

Selain itu, yang perlu diwaspadai yakni tanda takikardia juga dapat bermanifestasi menjadi gejala seperti pusing, sirkulasi darah menurun, menyebabkan jantung berdebar-debar, pusing, kekebalan tubuh yang terganggu. Itu semuanya dapat dianggap sebagai tanda awal gangguan jantung.

Sementara itu, seiring dengan penelitian yang dilakukan, menyebut ketidaknormalan jantung ditemukan pada 5% hingga 25% pasien yang dirawat akibat Virus Corona. Data tersebut dikutip dari cleveland.com.

Dr. Paul Cremer, Associate Director of The Cardiovaskular Intensive Care Unit di Cleveland Clinic, menyebutkan 5% - 10% pasien Corona yang parah juga menunjukkan ketidaknormalan jantung. Ada dua penelitian yang dilakukan untuk mencari cara pencegahan Virus Corona.

Penelitian pertama dilakukan untuk melihat apakah perawatan awal mencegah kerusakan jantung dan pernapasan pada pasien Covid-19 dengan luka jantung dan inflamasi ekstrem. Sedangkan penelitian kedua lebih fokus pada perawatan spesifik.

Virus Corona menyebabkan respons imun yang cukup besar sehingga menyebabkan inflamasi di seluruh tubuh. Inflamasi mempengaruhi peredaran darah dan mengurangi jumlah oksigen pada jantung.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved