Rabu, 13 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Baru 27 Persen Perusahaan Sawit di Kalimantan Timur Kantongi ISPO, Begini Kendalanya

Kaltim Green atau Komitmen Pembangunan Hijau Kalimantan Timur telah diimplementasikan di Kalimantan Timur sejak 2010

Tayang:
Penulis: Heriani AM | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI
WEBINAR - Ir Yus Alwi Rahman, Ketua Harian Forum Komunikasi Berkelanjutan Provinsi Kaltim. (Tangkapan layar) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kaltim Green atau Komitmen Pembangunan Hijau Kalimantan Timur telah diimplementasikan di Kalimantan Timur sejak 2010.

Salah satu bentuk komitmennya adalah penyelenggaraan Sistem Sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil Certification System).

Menurut Ir Yus Alwi Rahman, selaku Ketua Harian Forum Komunikasi Berkelanjutan Provinsi Kalimantan Timur, penyelenggaraan ISPO selama ini dinilai belum berjalan maksimal.

Padahal, perkembangan perkebunan di Bumi Etam, julukan Kalimantan Timur, terus menunjukkan peningkatan.

Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya luas area produksi serta kontribusi perkebunan untuk PDRB di Kalimantan Timur.

Luas area produksi kelapa sawit di Kalimantan Timur mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.

Hal ini dalam 5 tahun terakhir, luas area mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 3,04 persen.

Baca Juga: BREAKING NEWS 100 Tenaga Kesehatan RS Hardjanto Balikpapan Divaksin Sinovac

Baca Juga: Inilah Daftar 10 Tokoh Penerima Vaksin Covid-19 Pertama di Balikpapan, Tiada Walikota Rizal Effendi

Dari 1,1 juta hektar pada tahun 2015 menjadi 1,23 juta hektar pada tahun 2019.

Demikian juga untuk produksi, tumbuh sebesar 14,89 persen. Yaitu dari 10,8 juta ton tandan buah segar (TBS), menjadi 18,24 juta ton pada tahun 2019.

Pesatnya pertumbuhan tersebut tentu akan memberi manfaat dan kontribusi yang lebih besar untuk pertumbuhan ekonomi.

"Baik di provinsi maupun secara nasional," ujar Yus dalam webinar Bincang Komoditas Perkebunan Lestari (Bingka) Kaltim secara daring, yang disadur oleh Tribun Kaltim pada Kamis (28/1/2021)

Jika pembangunan perkebunan tidak dikelola dengan baik, tentu akan memberi dampak dari sisi lingkungan, keanekaragaman hayati.

"Oleh karena itu dalam pertumbuhan perkebunan kelapa sawit di Kaltim, kita bersama stakeholder lain telah menerapkan prinsip pembangunan kelapa sawit berkelanjutan," tambah dia.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved