Hari Kanker Sedunia
Hari Kanker Sedunia 4 Februari, Kenali Penyebab, Pencegah, dan Cara Turunkan Risiko Kanker
Pertama kali, Hari Kanker Sedunia diinisiasi Union for International Cancer Control (UICC) untuk mendukung Deklarasi Kanker Dunia, yang dibuat 2008
TRIBUNKALTIM.CO - Peringatan Hari Kanker Sedunia jatuh tepat hari ini Kamis 4 Februari 2021.
Hari Kanker Sedunia atau World Cancer Day ini memang diperingati setiap 4 Februari.
Peringatan Hari Kanker Sedunia ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran global terhadap penyakit kanker.
Karena kita ketahui saat ini kanker menjadi penyakit mematikan di dunia.
Kanker perlu diwaspadai semua orang.
• 4 Februari Hari Kanker Sedunia, YKI Balikpapan Bagi Tips untuk Milenial, Perhatikan Pola Hidup Sehat
• 4 Februari Hari Kanker Sedunia, Arieny Syawaliah Achyar Beri Perhatian Ekstra pada Area Kewanitaan
Pertama kali, Hari Kanker Sedunia diinisiasi Union for International Cancer Control (UICC) untuk mendukung Deklarasi Kanker Dunia, yang dibuat pada 2008.
Tujuan dari UICC mendeklarasikan Hari Kanker Sedunia ( World Cancer Day) adalah untuk menurunkan angka kematian akibat penyakit kanker.
Berawal dari situ, kemudian ide tersebut dikaji Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pada pertemuan yang diadakan di Paris pada 4 Februari 2000, pemimpin lembaga pemerintah, organisasi kanker dunia, dan PBB menandatangani sebuah kesepakatan Piagam Paris untuk melawan Kanker.
Piagam tersebut merupakan dokumen yang berisi 10 artikel yang menguraikan komitmen global terkait kerja sama meningkatkan kualitas hidup pasien kanker.
Kesepakatan ini juga untuk investasi berkelanjutan dalam kemajuan penelitian, pencegahan, dan pengobatan kanker.
Piagam itu juga mencantumkan tiap 4 Februari sebagai Hari Kanker Dunia dan diperingati setiap tahun.
Sebagai satu penyakit yang menyebabkan kematian terbanyak di dunia, kanker perlu diwaspadai oleh setiap orang.
Demikian diungkapkan oleh Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Eka Hospital BSD, Dr. M. Yusuf Sp. OG(K)Onk.
"Sebagai penyebab kematian terbanyak kedua di dunia setelah penyakit jantung, kanker merupakan penyakit yang perlu untuk diwaspadai oleh setiap orang. Kanker ditimbulkan oleh pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali dalam tubuh dan dapat merusak sel normal di sekitarnya," katanya, Selasa (2/2/2021).
Kanker, terjadi karena adanya pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali dalam tubuh.
Beberapa gejala yang paling umum ditemui pada pengidap kanker, diantaranya seperti munculnya benjolan di tubuh, penurunan selera makan, timbul rasa letih dan nyeri, juga diikuti dengan pendarahan di beberapa kasus.
Namun disebutkan, tidak semua penyakit kanker bergejala.
Menurut dr Yusuf, terkadang seseorang tidak menunjukkan gejala apapun pada tahapan stadium awal.
"Bahkan sebagian besar kasus kanker yang baru terdiagnosis telah menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga memberikan keberhasilan terapi yang tidak optimal," ungkapnya.
Ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya kanker. Diantaranya terdiri dari faktor internal dan eksternal.
Faktor internal, dijelaskan oleh dr Yusuf bahwa umumnya berupa faktor genetik.
Namun perlu diketahui bahwa jumlahnya hanya sekitar 10-20% dari popluasi pengidap kanker. Selain itu biasanya spesifik terhadap jenis kanker-kanker tertentu saja.
Sementara pada faktor eksternal meliputi infeksi yang disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri, paparan sinar ultra violet yang berlebihan, serta paparan zat karsiogenik berlebihan seperti makanan olahan dan makanan instan.
Oleh karena itu, menerapkan gaya hidup sehat merupakan salah satu hal yang perlu dilakukan dalam mencegah kanker.
"Walaupun beberapa jenis kanker umumnya muncul di usia-usia lanjut, namun setiap orang memiliki potensi untuk terkena penyakit kanker tanpa mengenal usia," kata dr Yusuf.
Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan sebagai langkah pencegahannya.
Pertama, dengan melakukan cek kesehatan tubuh secara berkala.
Selain memeriksakan di fasilitas kesehatan, pengecekan juga dapat dilakukan secara mandiri dan sederhana, misalnya dengan mengecek apakah ada benjolan di tubuh atau tidak. Selain itu, gaya hidup sehat juga dapat diterapkan melalui kebiasaan yang positif.
Seperti diet seimbang dengan memperhatikan komposisi nutrisi dalam tubuh, menghindari makanan yang mengandung zat karsiogenik, serta jauhi asap rokok.
Kemudian, olahraga juga bisa dilakukan untuk menunjang tubuh agar tetap sehat dan bugar.
Untuk memastikan tubuh terbebas dari kanker, seseorang perlu untuk memeriksakan diri ke dokter yang spesifik menangani jenis kanker-kanker tertentu.
Hal ini dilakukan agar pengidap kanker bisa segera mendapatkan penanganan dan jenis terapi yang tepat secara optimal.
7 Cara Cegah Risiko Kanker
Kanker masih menjadi penyakit yang sangat menakutkan.
Berdasarkan data Kemenkes pada 2014, tercatat prevalensi penyakit kanker sudah mencapai 0.14 persen, atau 347.792 orang dari total populasi penduduk.
Bahkan disebutkan pada 2030, jumlah penderita kanker di Indonesia meningkat tujuh kali lipat.
Kanker pun seringkali menjadi panyakit yang tidak “permisi”, artinya kanker muncul secara tiba-tiba tanpa disadari penderitanya.
Mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker, pasti akan lebih merasa khawatir dibandingkan mereka yang tanpa riwayat.
Namun, saat ini masyarakat mulai memiliki kesadaran untuk menghindari hal-hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker.
Beberapa cara di bawah ini dapat Anda lakukan untuk mencegah kanker, antara lain:
1. Makan Makanan Sehat
Mengonsumsi makanan yang sehat dapat mencegah hingga 10 persen dari semua kasus kanker di Inggris.
Makan lebih banyak buah dan sayuran telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker mulut, esofagus, lambung, paru-paru, dan laring. Makan terlalu banyak daging merah (daging sapi, babi, domba) dan daging olahan (salami, bacon, hot dog), telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.
Sementar orang yang mengonsumsi lebih banyak serat dapat mengurangi risiko kanker usus.
2. Tidak Merokok
Sudah bukan rahasia umum lagi kalau merokok dapat meningkatkan risiko terkena kanker, seperti kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker paru, dan sebagainya.
Selain merokok, mengunyah tembakau juga dapat memperbesar risiko terjangkit kanker.
Cara mencegah kanker yang harus dilakukan adalah, dengan berhenti merokok dan menghindari menghirup asap rokok dari orang-orang sekitar.
3. Hindari Alkohol
Mengurangi konsumsi alkohol bisa menurunkan tingkat risiko terserang kanker di organ pencernaan, kanker tenggorokan, dan kanker payudara.
Hal ini karena alkohol mampu merusak jaringan tubuh dan organ hati.
4. Lakukan Vaksin Hepatitis B dan HPV
Jangan salah, vaksinasi tidak hanya diikuti oleh anak-anak, tetapi juga bisa diikuti oleh orang dewasa.
Vaksinasi adalah salah satu cara mencegah kanker hati, kanker serviks, dan kanker alat kelamin.
Vaksinasi yang perlu diikuti untuk menghindari kemunculan kanker-kanker di atas adalah vaksinasi hepatitis B, untuk menghindari kanker hati serta vaksinasi HPV untuk menghindari kanker serviks dan kanker alat kelamin.
• Ayu Ting Ting Akhirnya Buka Suara Soal Isu Batal Nikah dengan Adit Jayusman, Ucap Soal Belum Jodoh
• Nathalie Holscher Murka, Istri Sule Labrak Konten Iklan yang Manfaatkan Meninggalnya Lina Jubaedah
5. Hidup Aktif
Cobalah berolahraga dengan intensitas sedang hingga kuat selama 30-60 menit per hari.
Contoh latihan intensitas sedang termasuk berjalan cepat, aerobik air, dan bersepeda kurang dari 10 mil per jam.
Contoh latihan intensitas yang kuat termasuk joging, mendaki bukit, berenang, dan lompat tali.
6. Hindari Paparan Matahari Berlebih
Sinar matahari tidak hanya dapat membuat kulit terlihat hitam dan kusam, tetapi bisa memperbesar kemungkinan terkena kanker kulit.
Salah satu cara mencegah kanker kulit adalah dengan menggunakan tabir surya jenis sunscreen yang memiliki setidaknya SPF 30.
7. Lakukan Skrining Kanker
Gejala kanker tidak selalu terlihat dengan jelas, bahkan ada kemungkinan tidak muncul sama sekali.
Sering kali, kemunculan gejala terjadi saat kanker sudah memasuki stadium akhir. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan secara rutin. (*)
Editor: Rita NS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/hari-cancer-sedunia-04022021.jpg)