Rabu, 20 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Kaltim Steril, Angkutan Darat Meminta Tetap Jalan Cargo Bahan Pokok dan Obat-obatan Diutamakan

Perlakuan khusus untuk Cargo yang nantinya dibawa ke sejumlah daerah di Kaltim disampaikan pada rapat terbatas.

Tayang:
TRIBUN KALTIM
Ilustrasi aktivitas bongkar-muat cargo di Pelabuhan Tanjung Redeb. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dalam rapat bersama Dinas Perhubungan Kalimantan Timur, Jumat (5/2/2021) tadi hingga malam ini, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kaltim menyampaikan permintaan untuk beberapa angkutan cargo yang masih boleh melintas pada masa Kaltim Steril yang diberlakukan pada Sabtu-Minggu, akhir pekan ini.

Perlakuan khusus untuk Cargo yang nantinya dibawa ke sejumlah daerah di Kaltim disampaikan pada rapat terbatas.

Ketua DPW Aptrindo Kaltim, Sadam Husen melalui sambungan telepon mengatakan, pertama pihaknya dari asosiasi tetap patuh dengan instruksi Gubernur. 

Dari beberapa Asosiasi angkutan yang hadir pada rapat, meminta agar tetap boleh melintas pada hari penetapan Kaltim Steril.

"Kami menyampaikan bahwa ada beberapa cargo yang (harus) tetap jalan dengan prokes yang sangat ketat. Contohnya seperti obat-obatan, bahan pokok yang tidak bisa lama didalam kontainer seperti beras, minyak, daging frozen, dan es krim. Itu tidak bisa lama di pelabuhan, akan mempengaruhi ongkos logistik. Dan bahaya bisa mempengaruhi nilai barang efeknya ke masyarakat langsung," jelasnya, Jumat (5/2/2021) malam.

Tingkatkan Pelayanan Logistik di Terminal Cargo, AP I Balikpapan Sinergi TPS Online dengan Bea Cukai

Pesawat Cargo Citilink jadi Pilihan, Mengirim Swab Kala Penerbangan Komersil di Tarakan Ditiadakan

Ia juga berharap pemerintah memahami hal tersebut. Sadam Husen menjelaskan ia tidak mengenyampingkan bahwa Kaltim ini adalah daerah konsumtif dimana sebagian barang itu datang dari pulau Jawa dan Sulawesi, konteksnya lebih berbicara ke barang.

Selebihnya, pihak asosiasi juga mendukung untuk menekan laju penyebaran Covid-19, yang memang harus bersama-sama ditekan.

Angkutan darat yang bergerak mendistribusikan barang tentu mencegah kelangkaan barang maupun bahan pokok dipasaran.

"Tapi jangan menimbulkan masalah lain. Begini, kelangkaan atau kekurangan barang bisa diantisipasi dari dinas perdagangan, yang bisa mengansumsikan bahwa barang cukup saja dan tidak terjadi kelangkaan. Tetapi harus diingat, moment ini (ketika berlanjut) bisa dimanfaatkan orang setiap hari Jumat barang akan naik, karena terjadi kelangkaan untuk menyetok barang, terutama pada Sabtu-Minggu," tegasnya.

Pihaknya juga ingin, bahwa pemerintah bisa mengusir kekhawatiran di pasaran, melihat beberapa barang yang sebenarnya cukup dalam segi stok, namun meningkat dalam satu moment.

"Tidak sedikit nantinya akan dimanfaatkan, akhirnya terjadi kenaikan harga yang berimbas pada biaya rumah tangga, dan biaya operasional truck," sebutnya.

Tetapi dasar dari semuanya, lanjut Sadam Husen, tetap mengikuti instruksi Gubernur, tidak ada niatan membantah atau keluar dari jalur.

"Tetapi kami hanya meminta toleransi beberapa cargo yang butuh treatment khusus yang saya sebutkan tadi," pungkasnya.

Penulis : Mohammad Fairoussaniy

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved