Kapal di Samarinda Terbakar
Tiga Pekerja Masih Dicari, Dikabarkan Menghilang Usai Insiden Kebakaran Kapal di Samarinda
Usai padamnya kobaran api, jajaran kepolisian langsung memasang garis polisi disekitar kapal ponton tersebut.
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Adhinata Kusuma
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Insiden kapal ponton bermuatan bahan bakar minyak terbakar dan menyebabkan kepulan asap hitam tebal pada pukul 15.15 Wita hari ini (11/2/2021) di kawasan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
Warga sekitar juga mendengar beberapa kali ledakan yang berasal dari kapal tersebut.
Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga terlihat Sat Polair Polresta Samarinda, Unit Inafis Polresta Samarinda, Polsek Samarinda Kota, Unit Siaga SAR Basarnas Kota Samarinda, dan beberapa unsur terkait lainnya.
Usai padamnya kobaran api, jajaran kepolisian langsung memasang garis polisi disekitar kapal ponton tersebut.
"Kejadian kapal ponton bermuatan minyak terbakar sekitar pukul 14.45 Wita, terdengar enam kali ledakan," sebut Kapolsek Samarinda Kota, AKP Aldy Harjastya, saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (11/2/2021).
• Kebakaran Galangan Kapal di Samarinda, Suara Dentuman Terdengar 4 Kali, Warga Mengira Guntur
• BREAKING NEWS Kapal di Samarinda Terbakar, Kini Pemadaman Sedang Dilakukan
Para pekerja disekitar kapal juga terlihat tengah sibuk menyiram air di sisa bagian kapal yang terbakar.
Setelah dirasa aman, garis polisi juga dipasang diarea yang diduga terjadi ledakan dan kobaran api.
AKP Aldy Harjastya menyebutkan kapal dalam kondisi sadar di galangan kapal PT Barokah Galangan Perkasa ini.
"Langkah awal memasang garis polisi dan meminta keterangan dari para pekerja disekitar, dari informasi kondisi kapal sedang dalam proses pengantaran minyak, kapal sudah ada isinya," tegasnya.
Menyinggung apakah ada korban akibat insiden ini, AKP Aldy Harjastya tak bisa merincikan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan.
Termasuk masih meminta keterangan para pekerja yang menyaksikan insiden ini.
Namun dari data yang dihimpun, tiga orang pekerja masih dalam pencarian lantaran menghilang usai insiden ini.
Yaitu Wardi, Tumiran dan Gunawi.
"Laporan dari para pekerja ada 3 orang sedang dalam penyelidikan oleh BASARNAS. Untuk korban belum dapat memastikan, informasinya ada 3 dalam pencarian entah menyelamatkan diri atau gimana," sebutnya.
Dampak dari ledakan sendiri, dikatakan AKP Aldy Harjasatya, di sekitar perairan area galangan kapal ini tercemar dengan bahan bakar minyak.
Dari penciuman saat melakukan pemantauan, bahan bakar minyak tersebut diduga jenis solar.
"Dampak dari ledakan adalah tercemarnya perairan, dari pihak perusahaan sudah ditangani secara cepat," pungkasnya.
Penulis : Mohammad Fairoussaniy
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kapolsek-samarinda-akp-aldi-harjasatya-menyaksikan-anggota-tim-relawan-inafis.jpg)