Selasa, 5 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Waspada Banjir Bandang dan Tanah Longsor! BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Diprediksi Landa Indonesia

BMKG beri peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, waspada banjir bandang hingga tanah longsor

Tayang:
Editor: Doan Pardede
KOMPAS.com/Dokumentasi BPBD Jember
BANJIR BANDANG - (ilustrasi) Kondisi banjir lumpur di Dusun Pesanggrahan Desa Sempol Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso. Menurut BNPB, Banjir Bandang Bondowoso Akibat Kebakaran Hutan di Pegunungan Ijen, Begini Faktanya 

Sedangkan ketinggian gelombang di perairan Laut Jawa meski hanya 1,25-2,5 meter (kategori sedang) tetap perlu diwaspadai terutama bagi aktivitas nelayan.

Selain itu, adanya potensi pasang surut harian air laut yang berbarengan dengan curah hujan tinggi yang dapat menghambat air hujan ke laut utamanya di Jakarta Utara, pesisir utara Jawa Tengah dan Jawa Timur, juga perlu diwaspadai.

Di samping itu, Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan, Edison Kurniawan mengatakan adanya potensi pertumbuhan awan cumulonimbus dengan cakupan spasial maksimum antara 50-75 persen hingga Rabu (24/2/2021).

Pertumbuhan itu diprediksikan akan terjadi di sebagian Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan bagian barat.

Maluku, sebagian Papua, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Sawu, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Halmahera, perairan barat Papua Barat, Samudra Hindia barat daya Bengkulu hingga NTT, Samudra Pasifik utara Papua dan Laut Arafuru.

Lebih lanjut, Deputi Bidang Klimatologi Herizal menjelaskan, musim hujan 2020-2021 dipengaruhi dengan fenomena iklim global La Nina yang dapat meningkatkan curah hujan hingga 40 persen.

La Nina diperkirakan masih akan berlangsung setidaknya hingga Mei 2021.

Adapun saat ini hampir sebagian besar wilayah Indonesia yaitu 96 persen dari Zona Musim telah memasuki musim hujan.

Pada Maret-April 2021 curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi terjadi kategori menengah hingga tinggi (200-500 mm/bulan).

Sedangkan sebagian besar Papua dan sebagian Sulawesi berpotensi mendapatkan curah hujan bulanan kategori tinggi sampai sangat tinggi atau lebih dari 500 mm/bulan.

Sementara pada Mei 2021 memasuki masa transisi dari musim hujan ke kemarau.

Pada Juni-Agustus 2021 di wilayah Riau, Jambi, Sumsel, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan dan Papua diperkirakan mendapatkan curah hujan kategori menengah sampai rendah (20-150 mm/bulan).

Kemudian September 2021 diprediksikan masih kemarau, lalu bulan berikutnya memasuki transisi musim kemarau ke musim hujan, dan diprakirakan November kembali memasuki musim hujan.

Herizal menambahkan, musim kemarau tahun ini akan lebih basah dibandingkan normalnya.

"Musim kemarau tahun ini tidak sekering musim kemarau pada biasanya atau juga dibandingkan musim kemarau 2019," kata dia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved