Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

PT MMKSI Sambut Baik Pembebasan PPnBM Mobil selama 3 Bulan ke Depan

Pemerintah akan membebaskan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mobil selama tiga bulan, yakni pada Maret hingga Mei 2021. Tujuannya untuk mend

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Armada New Pajero Sport di Mitsubishi Supermarket Exhibition di Pentacity Mall Balikpapan, mulai 22-28 Februari 2021. TRIBUNKALTIM/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Pemerintah akan membebaskan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mobil selama tiga bulan, yakni pada Maret hingga Mei 2021.

Tujuannya untuk mendorong pertumbuhan sektor otomotif yang lesu selama pandemi Virus Corona.

Hal ini disambut baik oleh pengusaha otomotif, termasuk PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).

Baca juga: Terkait Kasus PT MGRM, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi Minta Pejabat Perusda Sering Dirolling

Baca juga: Lakalantas di Jalan Trans Kaltim, Satu Warga Samarinda Meninggal Dunia

Menurut Director of Sales and Marketing Division PT MMKSI, Irwan Kuncoro, kebijakan pemerintah memberikan relaksasi terhadap pajak barang mewah harus didukung.

"Tentunya kami mendukung inisiatif dan kebijakan yang baik untuk kembali menggairahkan penjualan mobil di Indonesia di tengah pandemi," kata Irwan Kuncoro dalam peluncuran New Pajero Sport PT Mandau Berlian Sejati secara daring, Senin (22/2/2021).

Sektor otomotif penting bagi perekonomian, lantaran melibatkan banyak sektor pendukung.

Selain itu, sektor otomotif memiliki nilai tambah rata-rata Rp 700 triliun, serta 91,6 persen pasar otomotif dipasok industri lokal dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 60 persen-70 persen.

Untuk diketahui, besaran potongan pajak mobil itu merosot menjadi 50 persen dari tarif normal pada tiga bulan berikutnya, lalu menjadi 25 persen dari tarif normal selama empat bulan berikutnya.

Diskon pajak itu diberikan untuk kendaraan bermotor segmen kurang atau sama dengan 1.500 cc kategori sedan dan 4x2.

Segmen tersebut dipilih karena merupakan segmen yang diminati kelompok masyarakat kelas menengah dan memiliki pembelian dalam negeri (local purchase) di atas 70 persen.

Baca juga: Seorang Perwira Menengah di Polresta Samarinda Kena Covid-19, Kini Kabarnya Meninggal Dunia

Baca juga: Nasib Karyawan Jasa Pencucian di Tenggarong Kukar, Tenggelam Bersama Mobil, Ditemukan di Hari Ketiga

Halaman
12
Penulis: Heriani AM
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved