Sabtu, 25 April 2026

Amalan dan Doa

LENGKAP Macam-macam Najis dan Cara Membersihakan Najis Mukhaffafah, Mughallazhah, Mutawassithah

Lengkap macam-macam najis dan cara membersihakan najis Mukhaffafah, Mughallazhah, Mutawassithah

Editor: Nur Pratama
NET via TribunJogja
Mencuci Tangan 

2. Najis Mughallazhah (berat) ; ialah najis anjing dan babi dan keturunannya.

3. Najis Mutawassithah (sedang) ialah najis yang selain dari dua najis tersebut diatas, seperti segala sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur manusia dan binatang, kecuali air mani, barang cair yang memabukkan, susu hewan yang tidak halal dimakan, bangkai, juga tulang dan bulunya, kecuali bangkai-bangkai manusia dan ikan serta belalang.

Najis mutawassithah dibagi menjadi dua :

1. Najis ainiyah  ialah najis yang berujud, yakni yang nampak dapat dilihat.

2. Najis hukmiyah, ialah najis yang tidak kelihatan bendanya seperti bekas kencing, atau arak yang sudah kering dan sebagainya,

2. Cara Menghilangkan Najis

1. Barang yang kena najis mughallazhah (berat) seperti jilatan anjing atau babi wajib dibasuh 7 kali dan salah satu diantaranya dengan air yang bercampur tanah.

2. Barang yang terkena najis mukhaffafah (ringan), cukup diperciki air pada tempat najis itu.

3. Barang yang terkena najis mutawassithah (sedang) dapat suci dengan cara dibasuh sekali, asal sifat-sifat najisnya (warna, bau dan rasanya) itu hilang.

Adapun dengan cara tiga kali cucian atau siraman itu lebih baik.

Jika najis hukmiyah cara menghilangkannya cukup dengan mengalirkan air saja pada najis tadi.

3. Najis yang Dimaafkan

Najis yang dimaafkan artinya tak usah dibasuh/dicuci, misalnya najis bangkai hewan yang tidak mengalir darahnya, darah atau nanah yang sedikit, debu dan air lorong-lorong yang memercik sedikit yang sukar menghindarkannya.

Adapun tikus atau cecak yang jatuh ke dalam minyak atau makanan yang beku atau padat, dan ia mati di dalamnya, maka makanan yang wajib dibuang itu atau minyak yang wajib dibuang itu, ialah makanan atau minyak yang dikenalnya itu saja. Sedang yang lain boleh dipakai kembali.

Bila minyak atau makanan yang dihinggapinya itu cair, maka semua makanan atau minyak itu hukumnya najis.

Karena yang demikian itu tidak dapat dibedakan mana yang kena najis dan mana yang tidak.

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Cara Membersihkan atau Mensucikan Najis, Penjelasan Macam-macam Najis (Mukhaffafah, Mughallazhah), 

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved