Kabar Artis
Kabar Ashanty Meninggal Dunia Sampai ke Jember, Tapi Sekarang Anang Hermansyah Bisa Bernafas Lega
Perlahan-lahan Anang Hermansyah mulai bisa bernafas lega. Pasalnya, kondisi kesehatan keluarganya yang terpapar covid-19 perlahan-lahan mulai membaik
Pikiran Ashanty diduga sangat terbebani setelah mengetahui anak-anaknya, Aurel, Azriel, dan Arsy, juga dinyatakan positif covid-19.
Oleh karenanya, Anang Hermansyah memutuskan agar Ashanty dirawat di rumah sakit setelah dua hari isolasi mandiri.
Penyakit Autoimun
Seperti diberitakan sebelumnya, Ashanty sempat datang ke rumah sakit pada Selasa (16/2/2021) untuk memeriksakan paru-parunya.
Sebelumnya pada 2019, Ashanty telah didiagnosis mengidap autoimun, yaitu sekumpulan penyakit di mana kekebalan tubuh seorang menyerang sel tubuh yang sehat.
Dijelaskan dr Hendra Gunawan SpPD, penyakit ini merupakan penyakit kronis eksaserbatif, artinya ada suatu saat pasien dalam fase remisi (aktivitas penyakit rendah) dan sebaliknya ada suatu saat pasien dalam fase flare up (aktivitas penyakit tinggi).
Istilah autoimun saat ini umumnya mengacu pada penyakit tertentu, seperti Lupus eritematosus sistemik dan artritis reumatoid.
Namun sebenarnya, batasan penyakit autoimun tidak hanya dua penyakit tersebut.
Baca juga: Suteng Menangis Pilu Lihat Kondisi Ashanty Terkini Lawan Covid: Saya Gak Tega Lihat Bunda, Kasihan
Baca juga: Tangis Pecah Kala Mengetahui Keadaan Ashanty, Anang Hermansyah Kian Terpukul, Rumahnya Jadi Sorotan
Lalu, benarkah pengidap autoimun lebih berisiko terinfeksi covid-19?
Hingga saat ini, studi terdahulu menyatakan bahwa pasien autoimun dengan aktivitas penyakit yang tinggi, lebih berisiko mengalami infeksi apapun, termasuk infeksi virus.
“Namun, sampai sekarang memang masih belum ada bukti yang menunjukkan adanya peningkatan risiko infeksi covid-19 pada pasien dengan autoimun,” ujar dokter yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital saat dihubungi Kompas.com, Rabu (17/2/2021).
Senada dengan hal itu, panduan dari IRA (Indonesian Rheumatology Association) juga menyebutkan, pasien autoimun memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit infeksi.
Hal ini karena umumnya pasien autoimun memiliki kekebalan tubuh yang lebih rendah, yang disebabkan oleh obat-obatan yang bersifat immunosuppresant atau menurunkan kekebalan tubuh.
Obat-obatan tersebut digunakan untuk mengontrol penyakit autoimun.
Selain itu, menurut dr Hendra, bila kondisi imunitas tubuh berada dalam pengaruh obat immunosuppresant, maka respons tubuh terhadap infeksi covid-19 juga menurun, sehingga risiko terjadinya covid-19 gejala berat lebih besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kondisi-ashanty-terinfeksi-covid-19.jpg)