Berita Penajam Terkini

Wakil Bupati Penajam Paser Utara Ikut Panen Perdana Hasil Padi Pupuk Organik di Bangun Mulya

Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Hamdam mengikuti kegiatan panen perdana padi organik bersama dengan petani di Desa Bangun Mulya

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SARASSANI
Lahan pertanian di Desa Sempulang Kecamatan Tanah Grogot yang telah ditanami kembali oleh petani, Kamis (22/10/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Hamdam mengikuti kegiatan panen perdana padi organik bersama dengan petani di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (1/3/2021) siang.

Panen perdana padi organik tersebut merupakan suatu percobaan atau pengaplikasian pupuk organik dari Paket Teknologi Biota dari PT Biota Group oleh petani-petani di desa Bangun Mulya.

Dengan adanya paket Tehnologi Biota itu sendiri adalah merupakan gerakan peningkatan hasil produksi mulai dari ertanian perkebunan perternakan dan lerikanan.

Wakil Bupati PPU, Hamdam mentakaatakan bahwa dengan kehadiran pupuk organik tersebut telah membantu permasalahan yang selama ini dihadapi oleh sebagian petani khususnya di Penajam Paser Utara.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Penajam Paser Utara, Tambah 8 Kasus Positif, Daerah Babulu Sedikit Terpapar

Terutama pada saat terjadinya kelangkaan pupuk di pasar.

Di samping itu juga untuk keberlangsungan jangka panjang dari lahan pertanian kita ini tentu pupuk ini akan memberi solusi atau membantu meningkatkan kesuburan tanah.

"Dibanding kita terus menerus menggunakan pupuk kimia yang dampaknya secara jangka panjang itu akan merusak kesuburan tanah kita," kata Hamdam, Senin (1/3/2021).

Baca juga: Satgas Covid-19 Balikpapan Beberkan Aturan Baru, Cek 4 Jenis Merk Vaksin Corona yang Dilarang

Dijelaskan oleh Hamdam bahwa menurut pemaparan para petani yang menggunakan pupuk organik tersebut pengaplikasian pupuk dilakukan setelah padi petani memiliki permasalahan atau hampir gagal penen.

Setalah diaplikasikan menggunakan pupuk tersebut, para petani yang sebelnya hanya memanen 3 ton per hektarnya kini bisa memanen padi hingga 3,5 ton per hektarnya.

Baca juga: Vaksin Massal Digelar Lagi di Balikpapan, Tiga Golongan Jadi Sasaran Vaksin Covid-19 Pekan Ini

Sebelumnya 3 ton dengan kodnisi normal, nah ini kondisi upnormal, kemudian mengunakan paket biota teknologi petani bisa produksi menjadi 3,5 ton, berarti ini sesuatu yang menurut saya.

"Harapan ini bisa memberikan solusi terhadap persoalan yang di hadapi petani terkait dengan ketersediaan pupuk," pungkansya.

Penulis Dian MS | Editor: Budi Susilo

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved