Berita Samarinda Terkini
Walikota Andi Harun Angkat Bicara Terkait Pemekaran Daerah Otonomi Baru Samarinda Seberang
Merespon hal tersebut Walikota Samarinda Andi Harun, menyampaikan bahwa sama sekali tidak mempertimbangkan DOB itu
Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Rencana pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Samarinda Seberang, masih terus mencuat.
Merespon hal tersebut Walikota Samarinda Andi Harun, menyampaikan bahwa sama sekali tidak mempertimbangkan DOB itu.
Karena menurutnya, memberikan keputusan untuk adanya DOB syarat utamanya adalah kesejahtraan rakyat.
DOB itu tidak boleh hanya menjadi wacana politis saja, tapi benar-benar lebih dahulu harus dipastikan langkah DOB itu.
"Apa iya benar menjamin kesejahtraan rakyat," ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Senin (1/3/2021).
Baca juga: IPMAH Samarinda Seberang Terbentuk, Wakil Walikota M Barkati Ajak Bersama Membangun Kota Tepian
Ia melanjutkan, berdasarkan pengalamannya dalam membahas dan memproses DOB. Memerlukan Kajian yang sangat komprehensif. Sehingga perlunya kehati-hatian.
"Tetapi saya katakan. Kami belum memiliki perencanaan memiliki jangkauan untuk memberikan pertimbangan persetujuan untuk DOB," sebutnya.
Kecuali lanjutnya, suatu hari ada kajian yang benar-benar emperik, bukan sekedar kajian politis. Maka mungkin suatu hari bisa menjadi pertimbangkan.
Tetapi, di samping itu tentunya harus memiliki atau memenuhi syarat-syarat formil. Sehingga ini bisa dikatakan proses tidak sesedarhana yang dibayangkan.
Baca juga: NEWS VIDEO Presidium DOB Samarinda Seberang: Pemerintahan Andi Harun dapat Realisasikan Pemekaran
Adapun kajian yang dimaksudkannya yakni, dari aspek ekonomi, aspek politik dan aspek sosial kemasyarakatan.
Dan itu, tidak bisa sekedar kajian yang bersifat artifisial. Tetapi harus menjadi kajian mendalam terhadap aspek yang telah disebutkan tersebut.
Serta dibutuhkannya, aspek lain yang menjadi pra- prsyarat, baik itu bersifat umum maupun yang bersifat spesifik bagi pembentukan DOB.
Di antaranya, seperti membutuhkan anggaran yang sangat besar, dalam membangun kantor Bupati, DPRD, menyediakan gajih ASN baru, membangun fasilitas infrastruktur, dan sebagainya.
Dan tanggungjawab daerah induk, menurut undang-undang tidak boleh lepas. Karena itu bagian tidak bisa terpisahkan sesuai apa yang diatur oleh konstitusi.
"Di sinilah letak pentingnya untuk mengaitkan hal ini semuanya, dengan tingkat kesejahtraan masyarakat," pungkasnya.
Andi Harun-Rusmadi Bisa Realisasikan Pemekaran
Berita sebelumnya. Presidium Daerah Otonomi Baru (DOB) Samarinda Seberang berharap pemekaran wilayah otonomi terjadi dalam waktu terdekat.
Wakil Ketua Presidium DOB Samarinda Seberang Akil Setiawan Mappeasse, Senin (8/2/2021) mengatakan, transisi pemerintahan Syaharie Jaang ke Andi Harun menjadi angin segar untuk pemekaran wilayah Samarinda Seberang.
Sebab ia menilai dari segi ekonomi, Samarinda Seberang sangat memiliki potensi untuk menjadi kota mandiri.
Baca juga: Walikota Balikpapan Persilakan Gelar Pernikahan Durasi 3 Jam, Sabtu-Minggu ke Depan Sudah Dilarang
Baca juga: Pemandangan tak Lazim di Samarinda, Jalan Protokol Mendadak Sepi di Akhir Pekan, Layaknya Kota Mati
Baca juga: Pasangan Sehidup Semati Asal Bojonegoro, Meninggal Hari Jumat Selang 2,5 Jam, Netizen: Surga Menanti
Belum lagi fasilitas penunjang dan lokasi dengan IKN menjadi alasan untuk berpisah dengan Kota Samarinda.
Belum lagi dari segi sejarah khususnya Kota Samarinda wilayah Seberang merupakan kawasan tua di Kota Tepian.
Ia pun semakin optimistis jika Andi Harun naik maka hal tersebut terjadi.
Apalagi jika Andi Harun maju lagi sebagai Walikota, isu tersebut bisa menjadi pendulang suara kelak.
"Dari segi politis bisa dipastikan akan menjadi pendulang suara ke depannya. Jika memang nanti Andi Harun akan mencalonkan diri lagi ke depannya," ucapnya.
Meskipun begitu pihaknya menunggu hasil studi yang dilakukan Universitas Mulawarman.
Dengan kajian studi itu diharapkan dapat menjadi nilai tambah agar segera dimekarkan.
Sementara itu Akademisi Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Adji Sofyan Effendi, Senin (8/2/2021) mengatakan, kawasan Samarinda Seberang sudah cocok menjadi kota mandiri.
Hal tersebut ada beberapa faktor yang membuat Samarinda Seberang menjadi kota baru.
Pertama, ia melihat banyaknya fasilitas umum yang sudah ada di beberapa Kecamatan di Samarinda Seberang.
Terdapat enam Universitas di kawasan Samarinda Seberang terbangun di kawasan tersebut.
Selain itu pelabuhan peti kemas juga terdapat di kawasan tersebut.
Selain itu kawasan Samarinda Seberang khususnya di Kecamatan Samarinda Seberang pun memiliki akses pintu Tol Balikpapan-Samarinda.
Dengan adanya akses itu, menurut Adji Sofyan Effendi, cukup berpotensi menggerakkan ekonomi secara mandiri.
"Kita lihat adanya pintu tol di Samarinda Seberang yang menghubungkan Kota Balikpapan. Jika memang jalan tol yang ada di kawasan Batakan Balikpapan sudah bisa diakses, maka masyarakat bisa langsung terkoneksi ke bandara lebih dekat.
Belum lagi Samarinda Seberang dekat dengan kawasan IKN menjadi kawasan ini mampu berdiri sendiri," ucap Adji Sofyan Effendi.
Untuk saat ini ia bersama tim akademisi Unmul membuat naksah akademik.
Dalam naskah tersebut akan menjadi hasil empiris apakah Samarinda Seberang benar-benar bisa menjadi kota mandiri.
Dalam naskah akademik itu terdapat 400 indeks poin yang harus dicapai.
Jika memang nilainya mencapai 400 poin maka dianggap dapat menjadi daerah otonomi baru.
Sedangka jika di bawah itu belum dapat menjadi kota otonomi baru.
Ada empat kecamatan yang dibutuhkan untuk membuat daerah otonomi baru.
Keempat kecamatan tersebut antara lain Samarinda Seberang, Loa Janan Ilir, Palaran dan Sambutan.
Untuk membentuk sebuah kota otonomi baru dibutuhkan empat Kecamatan.
Ia yakin pemerintah Kota Samarinda mau memberikan keempat kecamatan tersebut.
Apalagi saat transisi kepemimpinan Walikota Samarinda Syaharie Jaang menuju Andi Harun disinyalir DOB berpotensi terjadi.
Penulis M Riduan | Editor: Budi Susilo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/andi-saat-diwawancarai-awak-media.jpg)