Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Pasar Digital Makin Masif, KPPU Nilai Indonesia Butuh Undang-Undang Khusus

Ekonomi dan keuangan digital akan meningkat pesat. Prediksi Bank Indonesia, pada 2021, nilai transaksi e-commerce akan mencapai Rp 337 triliun.

TANGKAP LAYAR
Komisioner KPPU Ukay Karyadi mengemukakan, aturan soal pasar digital dewasa ini baru sebatas perizinan pendirian usaha. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Ekonomi dan keuangan digital akan meningkat pesat.

Prediksi Bank Indonesia, pada 2021, nilai transaksi e-commerce akan mencapai Rp 337 triliun.

Pertumbuhan yang tinggi ini, tak lepas dari dampak pandemi Covid-19.

Dimana masyarakat mulai masif memanfaatkan digitalisasi keuangan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Punya Ballroom Besar, Hotel Bintang Lima di Balikpapan Ini Bakal jadi Tempat Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Umat Katolik Balikpapan Kecewa Kuota Vaksin Sinovac Hanya Dapat 2%, Rizal Effendi: Jangan Marah

Tak hanya itu, dampak peningkatan penggunaan digitalisasi keuangan juga mendorong kenaikan transaksi uang elektronik dan perbankan digital.

Pasalnya, layanan uang elektronik dan perbankan digital memudahkan masyarakat bertransaksi di tengah pembatasan sosial.

Hal ini membuat Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai Indonesia membutuhkan undang-undang yang mengatur pasar digital.

Pasalnya, struktur pasar digital ini sangat berbeda dengan konvensional dalam segala aspek.

Di Indonesia, sejauh ini belum ada landasan hukum yang mengatur persoalan tersebut.

Aturan soal pasar digital dewasa ini baru sebatas perizinan pendirian usaha.

Halaman
12
Penulis: Heriani AM
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved