Berita Samarinda Terkini
Mengenal Lebih Dekat Sosok AKP Annissa Prastiwi, Punya Cita-Cita Jadi Dokter tapi Malah Daftar Akpol
Menjadi seorang anggota kepolisian adalah pilihan AKP Annissa Prastiwi, yang awalnya bercita-cita menjadi dokter. Perempuan kelahiran Bogor, 11 Septe
Penulis: Mohammad Fairoussaniy |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Menjadi seorang anggota kepolisian adalah pilihan AKP Annissa Prastiwi, yang awalnya bercita-cita menjadi dokter.
Perempuan kelahiran Bogor, 11 September 1989 silam ini, memilih melanjutkan pendidikannya di Akademi Kepolisian (Akpol) RI mendaftar melalui Polda Provinsi Jawa Barat.
"Sekolah tahun 2007 lulus Akpol di tahun 2010," kata AKP Annissa Prastiwi, Jumat (7/3/2021).
Baca juga: Besok Vaksinasi Massal Kembali Digelar, 500 Lansia di Balikpapan Bakal Disuntik
Baca juga: Pedagang Pasar Pandansari Mengeluh ke Walikota Balikpapan, Omzet Turun, Kalah Bersaing dengan PKL
Kini dia bertugas di lingkup Polda Kaltim, tepatnya di Polresta Samarinda, dengan jabatan sebagai Kasubbag Humas Polresta Samarinda
Beberapa jabatan strategis pernah diemban ibu dua anak ini, yang menikah dengan sesama anggota Korps Bhayangkara pada tahun 2012 lalu.
AKP Annissa Prastiwi tak pernah berpikir untuk menjadi seorang Polwan, karena sebelumnya dia sangat ingin mewujudkan cita-citanya sebagai dokter.
Namun, ia memilih mendaftarkan diri sebagai calon taruna di Akpol lantaran sang ayah yang berprofesi sebagai pilot pesawat perintis sedang kesulitan ekonomi.
"Cita-cita dulu dokter, orang tua pilot pesawat perintis, tidak ada biaya waktu itu. Sedangkan sekolah dokter kan biayanya sangat mahal, ada pendaftaran akpol saya ikut dan diterima, karena masuk Polri nggak bayar," ucapnya lalu tersenyum.
Dia juga menyinggung penerimaan anggota Polri di lingkup Polda Kaltim yang sedang berjalan dan menjadi kesempatan emas untuk putra-putri daerah agar memanfaatkan momen ini.
Perwira menengah ini berbagi pengalaman.
Baca juga: Walikota Samarinda Andi Harun Harap di Bawah Kepemimpinan Alimuddin, KKSS Kaltim Semakin Solid
Baca juga: Walikota Samarinda Andi Harun akan Naikkan Gaji Ketua RT Sebesar Rp 1 Juta
Dia menegaskan tidak ada sama sekali pungutan biaya selama proses penerimaan.
Dan, ia berpesan bahwa untuk menjadi anggota Polri yang dibutuhkan adalah kesiapan, dari segi fisik, mental maupun intelektualitas, dan semua itu akan dites sebelum nantinya benar-benar menjadi anggota kepolisian.
"Untuk adik-adik yang mau masuk polisi, berlatih yang serius, tidak usah percaya masuk Polri itu harus bayar atau menggunakan uang," tuturnya
"Percaya kemampuan diri sendiri, tingkatkan terus kemampuan, jaga kesehatan, Insyaa Allah diterima," imbuhnya.
Mengenai alasan dirinya menjadi Polwan, AKP Annissa Prastiwi mengungkapkan bahwa menjadi polisi adalah tugas yang mulia, sama halnya dengan dokter, dia bisa menolong atau membantu orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sosok-kasubbag-humas-polresta-samarinda-akp-annissa-prastiwi-di-lapangan.jpg)