News Video
NEWS VIDEO Ketua DPRD Kaltim Tinjau Pembangunan Stadion Olympic Mini Berau
Makmur menegaskan pembangunan stadion mini tersebut harus betul-betul diseriusi terlebih akan dijadikan sebagai venue dalam Porprov 2022
TRIBUNKALTIM.CO- Ketua DPRD Kalimantan Timur Makmur HAPK meminta perhatian serius pemerintah daerah dalam pembangunan stadion olympic mini yang terletak di Teluk Bayur, Kabupaten Berau.
Hal itu dikatakan Makmur saat meninjau langsung pembangunan stadion yang di Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau itu.
"Pembangunan stadion ini perlu perhatian dari Pemkab karena jika melihat anggaran pembangunan yang kurang dari Rp 52 Miliar sulit bisa bagus, sehingga butuh anggaran ratusan Miliar, belum lagi untuk fasilitas penunjang lainnya," tuturnya, Minggu (7/3/2021).
Lanjut mantan Bupati Berau itu mengatakan dalam pembangunan stadion juga telah ada upaya Gubernur dan Banggar Provinsi untuk mengalokasikan anggaran yang telah berjalan Rp 12.5 Miliar.
Baca juga: NEWS VIDEO Bali Dihebohkan Kelas Asusila oleh WNA Bertarif Rp 8 Juta per Orang
"Tentunya saya hanya penopang saja, dan yang berperan penting adalah kepala daerahnya sendiri, melihat apakah anggaran seperti itu cukup atau tidak," imbuhnya.
"Dari saya pribadi melihat dengan anggaran yang ada masih tidak cukup karena stadion ini fasilitas cukup banyak, tapi kalau hanya dibuat apa adanya ya mungkin saja cukup dengan anggaran tersebut," tuturnya.
Makmur menegaskan pembangunan stadion mini tersebut harus betul-betul diseriusi terlebih akan dijadikan sebagai venue dalam Porprov 2022 yang akan datang.
"Ini harus betul-betul diseriusi, sehingga pemerintah saat ini harus perlu melakukan pendekatan terutama untuk masyarakat jangan sampai stadion ini jadi namun tidak berdampak kepada masyarakat sehingga itu yang perlu dilakukan," tuturnya.
Politisi partai Golkar itu juga menyoroti pembebasan lahan disekitar pembangunan stadion sehingga diperlukan pendekatan ke masyarakat agar semua pihak bisa menikmati dampak pembangunan stadion tersebut.
"Terpenting itu pendekatan, sehingga jika kita lakukan pendekatan tidak sulit, jangan ada minset ganti bupati kebijakan juga berubah tapi yang telah dibangun harus diseriusi," tutupnya.(*)