Breaking News:

Berita DPRD Kalimantan Timur

Khawatir Jembatan Dondang Runtuh, Komisi III Minta Tongkang Batu Bara Penabrak Bertanggung Jawab

Atas insiden tersebut, Komisi III dalam pertemuan mengharapkan pengujian hingga sejauhmana pergeseran bagian jembatan di dasar sungai.

HUMAS DPRD KALTIM
Komisi III DPRD Kaltim memanggil pihak-pihak yang terkait dengan insiden penabrakan Jembatan Dondang Kabupaten Kutai Kartanegara oleh kapal tongkang batu bara. Pertemuan digelar Senin (8/3/2021). Pihak yang hadir antara Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim, Dinas PUPR Kaltim dan perusahaan pemilik Tongkang Batu Bara Prima Sakti. 

SAMARINDA - Dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Komisi bidang pembangunan infrastruktur ini mengambil langkah cepat menindaklanjuti insiden penabrakan Jembatan Dondang di Muara Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara.

Komisi III menghadirkan pihak yang berkaitan erat dengan insiden tersebut, yakni Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim, Dinas PUPR Kaltim dan perusahaan pemilik Tongkang Batu Bara Prima Sakti.

Atas insiden tersebut, Komisi III dalam pertemuan mengharapkan pengujian hingga sejauhmana pergeseran bagian jembatan di dasar sungai.

“Insiden ini terjadi kedua kalinya, sehingga perlu ada tindakan preventif. Siapa yang bisa menjamin bahwa atas penabrakan jembatan yang cukup fatal ini, jembatan tidak runtuh?”, imbuh Hasanuddin.

INSIDEN JEMBATAN - Hearing Komisi III DPRD Kaltim terkait insiden penabrakan Jembatan Dondang Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (8/3/2021).
INSIDEN JEMBATAN - Hearing Komisi III DPRD Kaltim terkait insiden penabrakan Jembatan Dondang Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (8/3/2021). (HUMAS DPRD KALTIM)

Oleh sebab itu, Politisi Golkar ini menilai penting dan mendesak agar dilakukan evaluasi SOP pengamanan jembatan Dondang. Selain itu evaluasi kerugian akibat kerusakan secara maksimal juga penting.

“Kedepan kami minta di bawah jembatan harus dipasang CCTV yang dapat memantau selama 24 jam dalam sehari. Terkait perencanaan perbaikan sebaiknya dipresentasikan lebih dulu,” kata Hasanuddin.

Untuk kesekian kalinya, Hasanuddin juga mengingatkan terkait kerugian atas kegiatan yang tidak memberikan pendapatan bagi daerah. Justru aktivitas kapal yang memuat batu bara dan melintas jalur air di Bumi Etam tersebut menyisakan banyak masalah, seperti insiden penabrakan jembatan hingga masalah lain yang dilaporkan oleh masyarakat. (adv/hms5)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved